Jakarta Selatan, 20 Mei 2026 — Sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader bank sampah dalam menghadapi perkembangan era digital, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Digitalisasi & Pembuatan Konten Bank Sampah melalui Media Sosial yang bertempat di Kantor Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 15 Bank Sampah se-Jakarta Selatan, dengan masing-masing bank sampah mengirimkan 2 kader perwakilan yang juga menjadi peserta dalam lomba pembuatan konten bank sampah tingkat Jakarta Selatan.
Pelatihan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak yang mendukung pengembangan program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, di antaranya perwakilan dari IPRO, APINDO, PT AMS, BSI Gesit, serta perwakilan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan terkait pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi, kampanye lingkungan, hingga branding bank sampah agar lebih dikenal masyarakat luas. Materi pelatihan dibawakan oleh Bondan Okta Raissir, S.Sos., M.Ikom, yang membahas pentingnya strategi digital dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Peserta dibekali berbagai materi mulai dari dasar pembuatan konten kreatif, teknik pengambilan video dan foto menggunakan ponsel, penyusunan caption yang menarik, hingga strategi meningkatkan engagement melalui platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook.
Selain itu, para peserta juga diajak memahami bagaimana media sosial dapat menjadi alat kampanye yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan penerapan gaya hidup ramah lingkungan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan antusias. Para kader bank sampah aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta melakukan praktik sederhana pembuatan konten digital yang dapat diterapkan langsung pada aktivitas bank sampah masing-masing.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader bank sampah mampu menghasilkan konten edukatif, kreatif, dan inspiratif sehingga kegiatan bank sampah dapat semakin dikenal serta memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong transformasi digital bank sampah sekaligus memperkuat gerakan pengurangan sampah melalui edukasi berbasis media sosial.
