Dalam beberapa waktu terakhir, harga bahan baku plastik mengalami kenaikan yang cukup signifikan, bahkan dilaporkan meningkat hingga 30–40% dalam periode singkat akibat terganggunya pasokan global dan ketergantungan impor bahan baku. Di sisi lain, jumlah sampah plastik justru terus meningkat. Indonesia sendiri menghasilkan sekitar 12,4 juta ton sampah plastik per tahun, menjadikannya salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Ironisnya, hanya sekitar 10–11% yang berhasil didaur ulang, sementara sisanya berakhir di tempat pembuangan akhir atau mencemari lingkungan. Fenomena ini menunjukkan bahwa plastik bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Harga Plastik Naik, Tapi Penggunaan Masih Tinggi Kenaikan harga plastik seharusnya menjadi momentum untuk mengurangi penggunaannya. Namun kenyataannya, plastik masih menjadi pilihan utama dalam berbagai aktivitas sehari-hari karena sifatnya yang praktis, ringan, dan mudah didapat. Penggunaan plastik sekali pakai—seperti kantong belanja, kemasan makanan, dan botol minuman—masih sangat tinggi. Bahkan secara global, produksi plastik mencapai lebih dari 400 juta ton per tahun, dan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga plastik naik, tingkat konsumsi belum mengalami penurunan yang signifikan. Sampah Plastik dan Dampaknya terhadap Lingkungan Tingginya penggunaan plastik berdampak langsung pada meningkatnya jumlah sampah plastik yang sulit terurai. Plastik membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami. Sebagian besar sampah plastik berakhir di lingkungan, dengan rincian: Sekitar 53% masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sekitar 36% bocor ke lingkungan, seperti sungai dan laut Hanya sebagian kecil yang benar-benar didaur ulang Dampaknya sangat serius, antara lain: Pencemaran lingkungan darat dan laut Kerusakan ekosistem dan habitat makhluk hidup Sekitar 1 juta burung laut dan 100.000 mamalia laut mati setiap tahun akibat plastik Munculnya mikroplastik yang kini telah ditemukan dalam air minum, makanan, bahkan tubuh manusia Dalam jangka panjang, pencemaran plastik tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Solusi Nyata: Menabung di Bank Sampah, Mengurangi Plastik dengan Produk Pakai Ulang Salah satu solusi yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah dengan memanfaatkan bank sampah. Konsep ini mendorong masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya. Melalui bank sampah, plastik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat menjadi sumber ekonomi. Sampah yang telah dipilah akan dikumpulkan, ditimbang, dan dicatat sebagai “tabungan” yang memiliki nilai rupiah.Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, bank sampah juga berkontribusi pada peningkatan tingkat daur ulang serta mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di masyarakat. Selain mengelola sampah, langkah penting lainnya adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Salah satu cara yang efektif adalah dengan beralih ke produk yang dapat digunakan berulang kali. Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan: Menggunakan tas belanja kain Membawa botol minum sendiri Menggunakan wadah makanan reusable Mengurangi penggunaan sedotan dan plastik sekali pakai Jika satu orang mengurangi satu plastik per hari, maka dalam setahun dapat mengurangi lebih dari 300 plastik sekali pakai. Kenaikan harga plastik menjadi pengingat bahwa ketergantungan terhadap plastik perlu segera dikurangi. Di tengah meningkatnya volume sampah dan ancaman pencemaran lingkungan, diperlukan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Melalui kebiasaan menabung di bank sampah serta penggunaan produk yang dapat dipakai berulang, setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Perubahan besar tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Siswa TK dan SD Sekolah Alam Cairo Belajar Mengenal Jenis Sampah dan Daur Ulang di BSI Azzahra
Depok – Kesadaran menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Hal inilah yang menjadi tujuan kunjungan edukatif siswa TK dan SD Sekolah Alam Cairo ke BSI Azzahra. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak belajar mengenal sampah, memahami jenis-jenisnya, serta mengetahui bagaimana sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para siswa. Dengan pendekatan yang interaktif, anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga melihat langsung proses pengelolaan sampah. Belajar Mengenal Jenis-Jenis Sampah Dalam sesi edukasi, para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis sampah, seperti sampah organik dan anorganik. Mereka belajar bahwa sampah perlu dipilah terlebih dahulu sebelum dibuang agar dapat diproses kembali dengan cara yang tepat. Melalui penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami, anak-anak mulai memahami bahwa sampah seperti botol plastik, kertas, dan kardus memiliki nilai guna jika dikelola dengan baik. Melihat Proses Pengelolaan Sampah Para siswa juga diajak melihat secara langsung bagaimana sampah yang telah dikumpulkan dipilah dan diproses. Mereka belajar bahwa sampah plastik yang terkumpul akan dipilah terlebih dahulu sebelum kemudian diproses lebih lanjut, seperti dipres agar lebih mudah dikirim ke pihak pengolah atau vendor daur ulang. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata kepada anak-anak bahwa pengelolaan sampah membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari banyak pihak. Kreasi Daur Ulang dari Barang Bekas Salah satu kegiatan yang paling menarik bagi para siswa adalah sesi kreasi daur ulang. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak memanfaatkan barang bekas menjadi berbagai karya kreatif. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar bahwa barang yang sebelumnya dianggap sampah masih dapat dimanfaatkan kembali jika diolah dengan kreativitas. Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Dengan memahami cara memilah dan mengelola sampah, anak-anak diharapkan dapat menerapkan kebiasaan baik tersebut di rumah maupun di sekolah. BSI Azzahra sendiri terus membuka ruang edukasi bagi masyarakat, termasuk bagi para pelajar, untuk belajar mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menjadi bagian dari solusi dalam mengurangi permasalahan sampah.
Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Produk Bernilai Guna
Daur ulang minyak jelantah merupakan salah satu bentuk pemanfaatan limbah yang ramah lingkungan dan memiliki nilai guna. Melalui proses pengolahan yang tepat, minyak jelantah tidak hanya dapat dikurangi dampak pencemarannya, tetapi juga diubah menjadi berbagai produk bermanfaat. Salah satu bentuk pemanfaatan yang banyak diterapkan adalah pengolahan minyak jelantah menjadi sabun pembersih. Minyak jelantah dapat diolah menjadi sabun melalui proses penyabunan dengan bahan tambahan tertentu yang aman dan sesuai standar. Sabun hasil olahan minyak jelantah umumnya digunakan untuk keperluan non-konsumsi, seperti sabun cuci tangan, sabun cuci peralatan, atau sabun pembersih lantai. Pemanfaatan ini menjadi solusi alternatif dalam mengurangi limbah minyak sekaligus mendukung praktik ekonomi sirkular. Selain sabun, minyak jelantah juga dapat dimanfaatkan menjadi produk lain seperti lilin dan bahan baku biodiesel. Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah minyak jelantah memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi sumber daya yang bernilai guna, apabila dikelola dengan sistem dan edukasi yang tepat. Dalam praktiknya, PT Azzahra Multi Solusindo (PT AMS) mendorong pemanfaatan minyak jelantah melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, termasuk pengenalan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun sebagai salah satu solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penimbangan Perdana Bank Sampah di Sekolah yang Berkolaborasi dengan PT AMS Berlangsung Sukses
PT Azzahra Multi Solusindo (AMS) terus mendorong budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan. Setelah penyelenggaraan sosialisasi di beberapa sekolah yang berkolaborasi dalam program Bank Sampah, PT AMS resmi melaksanakan penimbangan perdana sebagai tindak lanjut nyata dari edukasi yang telah diberikan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun perilaku baru yang positif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Sosialisasi: Mengawali Perubahan Perilaku Program dimulai dengan sosialisasi mengenai pemilahan sampah, jenis sampah bernilai, serta alur kerja Bank Sampah. Penyampaian dilakukan secara interaktif agar siswa dan guru memahami alur yang benar serta pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Siswa Memulai Pemilahan Sampah Setelah sosialisasi, seluruh sekolah kolaborator mulai menerapkan pemilahan sampah di kelas dan area sekolah. Siswa terlihat antusias memilah sampah sesuai kategori, sementara guru turut mengawasi agar sampah yang dikumpulkan bersih dan layak untuk ditimbang. Langkah ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mengajarkan kebiasaan baru yang ramah lingkungan. Penimbangan Perdana di Setiap Sekolah Penimbangan perdana dilakukan secara terpisah di masing-masing sekolah. Tim PT AMS hadir untuk melakukan pengecekan dan penimbangan sampah secara transparan, kemudian mencatat hasilnya sebagai data awal Bank Sampah sekolah. Antusiasme siswa sangat terlihat—banyak sekolah berhasil mengumpulkan sampah terpilah dalam jumlah signifikan pada penimbangan pertama ini. Pengangkutan oleh PT AMS Setelah penimbangan selesai, sampah diangkut oleh armada resmi PT AMS untuk kemudian diproses di fasilitas pengelolaan sesuai jenisnya. Proses ini memastikan bahwa sampah benar-benar masuk ke jalur daur ulang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Langkah Bersama Menuju Sekolah Bebas Sampah Kegiatan penimbangan pertama ini menjadi momentum penting bagi sekolah-sekolah yang berkolaborasi dengan PT AMS. Melalui program Bank Sampah, siswa tidak hanya belajar memilah dan mengelola sampah, tetapi juga memahami nilai ekonomi dan tanggung jawab menjaga lingkungan sejak dini. PT AMS berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak sekolah untuk bergabung dalam gerakan bebas sampah.
AMS Ajak Generasi Muda Selamatkan Bumi di ECO MARKET Roadshow Asri Menyapa Jakarta
AMS Hadir di ECO MARKET Roadshow Asri Menyapa Jakarta Jakarta, 21 Agustus 2025 – PT Azzahra Multi Solusindo (AMS) turut berpartisipasi dalam ECO MARKET pada rangkaian acara Roadshow Asri Menyapa Jakarta. Kehadiran AMS dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup melalui langkah nyata yang dapat dilakukan sejak dini. Talkshow “Selamatkan Bumi, Mulai Hari Ini: Nature Conservation” Salah satu agenda utama pada ECO MARKET adalah talkshow bertema “Selamatkan Bumi, Mulai Hari Ini: Nature Conservation”. Talkshow ini menekankan pentingnya kesadaran generasi muda dalam melestarikan keanekaragaman hayati dan menjaga kelestarian alam. Melalui sesi edukatif ini, peserta diajak memahami bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Langkah kecil seperti belajar tentang konservasi alam, memulai kegiatan volunteering, hingga perubahan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, merupakan kontribusi nyata yang bisa dilakukan oleh setiap individu. Mengenal ASRI dan Komunitas Lingkungan Selain talkshow, pengunjung juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat tentang ASRI (Alam Sehat Lestari) serta berbagai komunitas dan pegiat lingkungan. Booth ECO MARKET menjadi ruang interaksi bagi masyarakat untuk melihat langsung aksi nyata yang telah dilakukan dalam upaya menjaga keberlanjutan alam. Program AMS: Kurangi Sampah Plastik, Beralih ke Refill Dalam kesempatan ini, AMS memperkenalkan program “Kurangi Sampah Plastik Kemasan Sekali Pakai, Beralih ke Produk Refill!”. Melalui program tersebut, AMS menghadirkan berbagai produk kebutuhan rumah tangga dalam kemasan refill atau jerigen, antara lain: Rinso Sunlight Wipol Hand Soap Program refill ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai, khususnya sachet, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Komitmen AMS untuk Bumi yang Lebih Baik AMS percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Dengan menyediakan produk rumah tangga dalam kemasan refill, AMS mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi melalui gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Melalui partisipasi di ECO MARKET, AMS berharap semakin banyak masyarakat—terutama generasi muda—yang terinspirasi untuk mulai peduli, bertindak nyata, dan menjaga bumi untuk masa depan yang lebih baik.
Sekolah Bebas Sampah: Gerakan Bank Sampah untuk Masa Depan Hijau Depok
Depok – Sampah sudah menjadi tantangan besar bagi banyak kota di Indonesia, termasuk Kota Depok. Salah satu cara efektif untuk mengatasinya adalah dengan menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini, dimulai dari lingkungan sekolah. Melalui program Sosialisasi dan Edukasi Bank Sampah di Sekolah, diharapkan generasi muda Depok tumbuh menjadi pribadi yang peduli lingkungan dan terbiasa mengelola sampah dengan bijak. Mengajarkan dari Bangku Sekolah Program ini dirancang untuk mengenalkan siswa pada konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan cara memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Edukasi diberikan dengan metode interaktif seperti permainan, simulasi pemilahan sampah, dan praktek langsung mengelola bank sampah di sekolah. Selain itu, siswa juga diajak untuk memahami dampak negatif sampah terhadap lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, mereka tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga mau bertindak. Bank Sampah: Investasi Lingkungan dari Generasi Muda Bank sampah di sekolah berfungsi layaknya tabungan. Siswa “menyetor” sampah terpilah, seperti botol plastik, kardus, atau kertas bekas. Sampah yang terkumpul kemudian dicatat dan dijual ke pihak pengepul atau bank sampah induk. Hasil penjualannya bisa digunakan untuk kegiatan sosial, membeli perlengkapan sekolah, atau mendukung kegiatan lingkungan lainnya. Lebih dari sekadar mengurangi sampah, bank sampah juga mengajarkan siswa tentang nilai ekonomi dari sampah dan pentingnya kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Manfaat untuk Sekolah dan Lingkungan Program ini memberi banyak manfaat, antara lain: Mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat Menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dini Menghasilkan keuntungan ekonomi yang bisa dimanfaatkan bersama Mengajarkan nilai gotong royong dan tanggung jawab lingkungan Mengajak Semua Pihak Berkolaborasi Keberhasilan program bank sampah di sekolah sangat bergantung pada dukungan semua pihak — mulai dari siswa, guru, orang tua, pemerintah daerah, hingga masyarakat sekitar. Semakin banyak sekolah yang menerapkan program ini, semakin besar pula dampak positifnya bagi Kota Depok. Dengan gerakan ini, bukan tidak mungkin Depok akan menjadi kota yang lebih bersih, hijau, dan nyaman untuk ditinggali. Mari kita wujudkan Sekolah Bebas Sampah, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Menuju Nol Sampah: Bagaimana Bank Sampah Bisa Menjadi Solusi Lingkungan Berkelanjutan Di tengah meningkatnya jumlah sampah di Indonesia, gerakan nol sampah (zero waste) menjadi topik yan
Jakarta – Di tengah meningkatnya jumlah sampah di Indonesia, gerakan nol sampah (zero waste) menjadi topik yang semakin penting. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 17 juta ton sampah plastik setiap tahunnya, sebagian besar berakhir di TPA, sungai, atau laut. Jika tidak ada langkah nyata, kerusakan lingkungan akan semakin parah. Salah satu solusi yang terbukti efektif adalah bank sampah – sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang memungkinkan warga menabung sampah layaknya menabung uang di bank. Sistem ini tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mendorong kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kenapa Bank Sampah penting untuk nol sampah Mengurangi Volume Sampah ke TPASampah yang dipilah dan disetorkan ke bank sampah dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Hal ini mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan memperpanjang umur lingkungan sekitar. Memberikan Nilai EkonomiSetiap botol plastik, kardus, hingga minyak jelantah memiliki nilai rupiah ketika ditabung di bank sampah. Pendapatan ini bisa membantu rumah tangga sekaligus mendukung keberlanjutan program. Mendorong Perubahan PerilakuBank sampah menumbuhkan kesadaran bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga sumber daya. Edukasi sejak dini membuat masyarakat lebih disiplin dalam memilah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Mendukung Ekonomi SirkularSampah yang terkumpul akan kembali masuk ke rantai produksi melalui proses daur ulang. Inilah yang disebut ekonomi sirkular, di mana limbah bisa diolah menjadi produk baru tanpa mencemari lingkungan. Program Sedekah Sampah: Sampah Jadi Amal, Lingkungan Jadi Bersih PT Azzahra Multi Solusindo (AMS) melalui program Sedekah Sampah hadir sebagai inovasi baru dalam pengelolaan sampah. Program ini memungkinkan masyarakat menyetorkan sampah layak jual seperti botol plastik, kertas, dan kardus ke bank sampah. Hasil dari penjualan sampah kemudian digunakan untuk kegiatan amal, seperti membantu anak yatim dan mendukung kegiatan sosial lainnya. Selain memberikan dampak sosial, program ini juga membantu: Mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan Mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pemilahan sampah Menciptakan ekosistem nol sampah yang berkelanjutan Langkah Sederhana Menuju Nol Sampah Pilah Sampah dari Rumah – Pisahkan sampah organik dan anorganik. Gunakan Produk Isi Ulang – Mengurangi kemasan plastik sekali pakai dengan membeli produk refill seperti deterjen atau sabun cuci piring. Setor Sampah ke Bank Sampah – Jadikan kebiasaan untuk menabung sampah minimal seminggu sekali. Ikut Program Sedekah Sampah – Menabung sekaligus beramal. Edukasi Keluarga dan Tetangga – Ajak orang terdekat untuk ikut menjaga lingkungan. Kesimpulan Menuju Indonesia Nol Sampah bukan hal mustahil jika dilakukan bersama-sama. Bank sampah terbukti menjadi solusi efektif yang tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial. Melalui program Sedekah Sampah, kita bisa mengambil peran nyata: sampah berkurang, lingkungan terjaga, dan keberkahan mengalir untuk banyak orang. Mari mulai hari ini – pilah, tabung, dan sedekahkan sampahmu. Bumi dan generasi masa depan akan berterima kasih atas langkah kecil yang kita lakukan sekarang.
BS Gaul dan Perjalanan Menerapkan Sistem Sedekah Sampah
Mengubah Kecewa Menjadi Kepedulian Lingkungan yang Berkelanjutan Jakarta – Sejak berdiri pada tahun 2009, Bank Sampah (BS) Gaul menjadi salah satu pelopor gerakan lingkungan di wilayahnya. Pada masa awal, BS Gaul memiliki lebih dari 200 nasabah aktif yang rutin menyetorkan sampah rumah tangga terpilah. Namun, seiring waktu, tantangan mulai bermunculan. Salah satu pengalaman yang paling tidak mengenakkan membuat banyak nasabah mundur, bahkan enggan untuk kembali menabung di bank sampah. Situasi ini sempat membuat aktivitas BS Gaul meredup, dan jumlah nasabah perlahan menurun drastis. Titik Balik: Bertemu dengan BSI Azzahra & PT AMS Hingga akhirnya, BS Gaul dipertemukan dengan BSI Azzahra dan PT Azzahra Multi Solusindo (AMS). Pertemuan ini menjadi titik balik yang membawa semangat baru dalam pengelolaan sampah. Para pengurus yang tersisa—meskipun tak lagi ramai seperti dahulu—memutuskan untuk terus bergerak. Kecintaan mereka pada lingkungan dan dedikasi yang sudah tumbuh selama bertahun-tahun menjadi alasan mereka bertahan. Usulan dari ibu RT menjadi momen penting: BS Gaul mulai menerapkan sistem sedekah sampah. Berbeda dengan sistem tabungan, sedekah sampah memungkinkan warga menyumbangkan sampah terpilah yang hasil penjualannya akan digunakan untuk kegiatan sosial, seperti pembagian makanan di hari Jumat. Keterbatasan Bukan Halangan Saat ini, BS Gaul hanya memiliki dua unit bank sampah yang masih aktif dengan total nasabah yang tersebar lebih dari 10 orang. Namun, semangat pengurus tak pernah surut meski terbatas secara SDM. Yang patut diapresiasi, sebagian besar nasabah BS Gaul sudah terbiasa memilah sampah dari rumah. Ketika disetorkan, sampah sudah bersih dan terklasifikasi dengan baik. Hal ini tentu sangat membantu kerja para pengurus, dan menjadi bukti bahwa edukasi yang dilakukan sejak tahun 2019 tidak sia-sia. Keranjang Sedekah Sampah: Akses Mudah untuk Berdonasi Untuk mendukung program sedekah sampah, BS Gaul juga menyiapkan keranjang sedekah sampah yang diletakkan di lingkungan warga. Siapa pun bisa meletakkan sampah yang sudah dipilah ke dalam keranjang tersebut, kapan saja. Inisiatif sederhana ini menjadi bentuk nyata edukasi dan fasilitasi partisipasi warga. Namun, tantangan tetap ada. Masih banyak warga yang memandang sampah sebagai hal yang tidak bernilai. Padahal, di tangan yang tepat, sampah bisa menjadi berkah dan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Mengapa Tetap Bertahan? “Kenapa masih bertahan meski sudah pernah dikecewakan? Apa tidak trauma?” Pertanyaan ini kerap muncul. Tapi bagi para pengurus BS Gaul, jawabannya jelas: tidak trauma. Justru pengalaman masa lalu menguatkan komitmen mereka untuk terus peduli. Karena jika bukan mereka yang peduli, siapa lagi? Mereka percaya, tanpa perhatian terhadap sampah, lingkungan akan tercemar. Dan jika kegiatan ini tidak diteruskan, akan sangat disayangkan perjuangan selama ini menguap begitu saja. Mereka berharap akan muncul penerus yang bisa melanjutkan gerakan ini, dan membawa perubahan lebih besar di masa depan.
Sedekah Sampah: Ubah Sampahmu Jadi Amal untuk Bumi
PT AMS – Masalah sampah di Indonesia menjadi tantangan besar yang terus berkembang. Namun di balik tumpukan sampah, terdapat peluang besar untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui program Sedekah Sampah, PT AMS berkolaborasi dengan BSI AZZAHRA membuka jalan bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pelestarian lingkungan hanya dengan menyumbangkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis. Apa Itu Sedekah Sampah? Sedekah Sampah adalah program pengumpulan sampah bernilai guna seperti: Kardus Botol dan gelas plastik Minyak jelantah yang kemudian dijual, dan hasil penjualannya 100% digunakan untuk mendanai kegiatan pelestarian lingkungan, seperti: Edukasi pengelolaan sampah Bersih-bersih lingkungan Dukungan untuk Bank Sampah Mengapa Sedekah Sampah Penting? Program ini hadir dari kesadaran bahwa tidak semua orang memiliki waktu atau sumber daya untuk terjun langsung dalam kegiatan lingkungan, namun hampir setiap rumah memiliki sampah yang bisa didaur ulang. Dengan menyumbangkan sampah tersebut, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga berperan aktif dalam mendukung aksi-aksi nyata penyelamatan lingkungan. Ini adalah bentuk amal yang mudah, terjangkau, dan penuh makna. Manfaat Sedekah Sampah. Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini: Mendukung Gerakan Zero Waste Mengurangi jumlah sampah yang dibuang sembarangan atau berakhir di TPA. Berpartisipasi dalam Pelestarian Alam Dana dari hasil penjualan sampah digunakan langsung untuk proyek-proyek lingkungan. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Masyarakat Program ini menjadi sarana edukasi sekaligus aksi nyata. Bersedekah Tanpa Harus Mengeluarkan Uang Tunai Sampah di rumah bisa menjadi sumber kebaikan yang berkelanjutan. Menumbuhkan Kepedulian Kolektif Saat satu orang bergerak, mungkin dampaknya kecil. Tapi saat banyak orang ikut sedekah sampah, dampaknya bisa besar untuk bumi. Bagaimana Cara Ikut Serta? Program ini terbuka untuk umum. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat langsung mengantarkan sampah yang telah dipilah ke lokasi drop-off resmi kami: 📍 Drop Point PT AMSSebrang J&T, Jl. Rancho Indah No.04 2, RT.4/RW.2, Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12530 📍 BSI AZZAHRAJl. Al Ikhlas Jl. Kp. Kandang Duren Seribu, Duren Seribu, Kec. Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat 16581 Kami menerima jenis sampah berikut:🟢 Kardus bekas (kering, tidak rusak parah)🟢 Botol & gelas plastik bening🟢 Minyak jelantah dalam botol tertutup rapat Bersama Kita Bisa Ciptakan Perubahan PT AMS berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, kreatif, dan berdampak. Sedekah Sampah bukan hanya solusi pengelolaan limbah rumah tangga, tapi juga bentuk nyata gotong royong untuk masa depan lingkungan yang lebih baik. 🌱 Mari bergabung bersama kami dalam gerakan kebaikan ini.Sampahmu, amalmu. Ayo mulai sedekah sampah hari ini! Untuk informasi lebih lanjut, kerja sama, atau penjadwalan penjemputan skala besar, silakan hubungi: 📩 Email: azzahramultisolusindo2023@gmail.com📞 WhatsApp: 085210609633
Menelusuri TPA Cipayung: Tantangan Pengelolaan Sampah Kota Depok
PT AMS – Aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, Minggu (1/7/2025). TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Cipayung merupakan satu-satunya lokasi pembuangan sampah akhir untuk seluruh wilayah Kota Depok. Dengan luas sekitar 9,5 hektar (setara dengan 18,25 hektar lahan operasional), TPA ini menerima timbulan sampah dari 11 kecamatan, pasar, dan lokasi lainnya setiap harinya. Setiap hari, sekitar 250 ritase truk membuang sampah ke TPA Cipayung, dengan volume per truk sekitar 6 meter kubik atau setara 2,5 ton. Ini berarti, dalam satu hari, TPA Cipayung menerima lebih dari 1.200 ton sampah—jumlah yang sangat besar dan terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas penduduk. Meski idealnya hanya 15% sampah residu yang seharusnya masuk ke TPA, kenyataannya sebagian besar sampah rumah tangga masih tercampur antara organik, anorganik, dan residu. Ini menjadi tantangan besar dalam pengelolaan yang berkelanjutan. Untuk menangani volume tersebut, TPA Cipayung saat ini mengoperasikan: 11 alat berat, terdiri dari 7 excavator, 3 dozer, dan 1 loader. 53 tenaga kerja, yang setiap hari bertugas menata dan mengelola sampah agar tidak berserakan. Namun, hingga saat ini, pengelolaan di TPA masih terbatas pada aktivitas pemindahan dan penataan sampah. Upaya pengelolaan secara sistematis, seperti cover soil dan sanitary landfill yang pernah menjadikan TPA Cipayung sebagai percontohan nasional, kini tidak lagi aktif berjalan. Tantangan: Bau dan Dampaknya bagi Warga Bau menjadi keluhan utama warga sekitar, terutama saat aktivitas operasional TPA selesai pada sore hari. Untuk mengatasi hal ini, pihak pengelola menggunakan bubuk zeolite untuk menekan penyebaran bau. Setiap hari, sekitar 10 karung zeolite disebar di area dumping, terutama setelah hujan turun, yang dapat memperburuk bau. Menariknya, radius bau justru lebih terasa di area 3–5 km dibanding area terdekat, akibat arah angin dan proses penguapan gas dari sampah. Air & Kesehatan Lingkungan Berdasarkan pemantauan, air sumur warga di radius 100 meter dari TPA masih tergolong aman untuk digunakan. Namun, untuk mengurangi potensi pencemaran di masa depan, pihak TPA bekerja sama dengan PDAM untuk menyediakan jalur air bersih bagi warga sekitar. Solusi Jangka Panjang: RDF & Pengolahan Organik Salah satu rencana strategis adalah pembangunan RDF (Refuse-Derived Fuel), yaitu pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Pemerintah Kota Depok telah menyediakan lahan seluas 1,8 hektar, namun implementasinya masih menunggu realisasi dari Kementerian PUPR, yang mengatur dari sisi teknis, perencanaan, dan pendanaan. Target awal RDF adalah memproses 900 ton sampah/hari, namun kini proyeksi menurun menjadi 300 ton/hari. Selain itu, Kota Depok juga memiliki sistem UPS (Unit Pengolahan Sampah) yang menangani sampah organik dari masyarakat, dengan proses pencacahan dan pengomposan langsung dari rumah warga. Meskipun skala UPS belum menyerap seluruh volume, upaya ini sangat membantu mengurangi tekanan ke TPA. Peran Bank Sampah dan Pemulung Kehadiran bank sampah di wilayah Depok sangat membantu dalam mengurangi sampah yang masuk ke TPA, khususnya sampah anorganik. Di sisi lain, banyak pemulung juga menggantungkan hidup dari memilah langsung sampah di area TPA. Kesimpulan & Harapan Saat ini, TPA Cipayung masih berstatus TPA terbuka dan belum memiliki lahan pengganti. Tanpa kajian kapasitas jangka panjang dan tanpa sistem pengelolaan terpadu, masa depan TPA berada dalam kondisi rawan. Seperti disampaikan oleh pihak pengelola: “Saat ini, seluruh kota di Indonesia telah mendapat surat peringatan dari pemerintah pusat terkait pengelolaan TPA. Sudah saatnya kita semua ikut bergerak.” TPA seharusnya menjadi tempat akhir hanya untuk residu—bukan keseluruhan sampah. Oleh karena itu, peran masyarakat dalam memilah, mengurangi, dan mengelola sampah dari sumbernya adalah kunci dari solusi jangka panjang.