PT AMS – Kegiatan Lomba Trashpreneur 2025 dengan tema “Muda Berkarya, Sampah Bernilai” resmi ditutup dengan penuh semangat dan kebanggaan. Setelah melalui berbagai tahapan mulai dari sosialisasi, proses edukasi, pengumpulan karya, hingga penjurian, akhirnya para pemenang lomba telah diumumkan. Daftar Pemenang: 🥇 Juara 1: SMAN 12 Depok 🥈 Juara 2: SMPN 20 Depok 🥉 Juara 3: SMAN 8 Bogor Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang atas ide kreatif dan implementasi nyata dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Namun, bagi seluruh peserta yang telah mengikuti lomba dari awal hingga akhir, kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Kalian semua adalah bagian dari perubahan. Trashpreneur bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebuah gerakan edukatif yang mendorong generasi muda untuk lebih sadar terhadap isu lingkungan, khususnya permasalahan sampah. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi dibimbing untuk berpikir kritis, berinovasi, dan bergerak langsung menangani masalah di sekitar mereka. Yang membanggakan, banyak peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dan semangat berkelanjutan untuk terus mengembangkan program lingkungan di sekolah masing-masing. Lomba memang telah selesai, namun kerja sama tidak berhenti sampai di sini. PT AMS bersama BSI Azzahra akan terus menjalin kolaborasi dengan sekolah-sekolah peserta melalui: Pengangkutan dan pengelolaan sampah rutin Pelatihan dan edukasi lanjutan untuk siswa dan guru Ruang diskusi bagi pengembangan program lingkungan sekolah Kami juga membuka ruang masukan dari seluruh peserta. Jika ada usulan pelatihan atau program lanjutan, silakan disampaikan melalui grup komunikasi yang telah tersedia. Harapannya, semangat peduli lingkungan ini tidak berhenti di satu angkatan saja. Kegiatan Trashpreneur ini diharapkan bisa terus berlanjut dan diteruskan oleh adik-adik kelas, sehingga kesadaran lingkungan bisa menjadi budaya positif yang tumbuh dari sekolah, untuk bumi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini.Sampah mungkin tak bernilai di mata sebagian orang — tetapi di tangan anak-anak muda yang peduli, sampah bisa menjadi berkah. 🌱♻️ Testimoni Peserta Trashpreneur 2025 SMPN 20 DEPOK “Setelah sekolah aku ikut lomba Trashpreneur, jadi keliatan lebih peduli sama sampah. Sekarang teman-teman jadi lebih rajin buang sampah pada tempatnya. Kita juga sering bikin kegiatan bareng buat daur ulang sampah jadi barang yang berguna.Sekolah juga jadi lebih bersih dan kita lebih sadar pentingnya jaga lingkungan. 🌱” SMPN 7 DEPOK “Menurut aku, setelah mengikuti lomba Trashpreneur, sekolah jadi lebih bersih dan warga sekolah makin tahu cara memilah sampah organik dan anorganik.Sebelumnya program sudah ada, tapi belum dijalankan dengan baik.Adanya sosialisasi ini bikin kita jadi lebih bijak dalam mengelola sampah, bahkan bisa menghasilkan karya dan uang.Aku sebagai perwakilan dari SMPN 7 Depok mengucapkan banyak terima kasih karena telah berbagi ilmu dan pengalaman. Sekali lagi, terima kasih ka 😊🙏🏻” SMK TIRTAJAYA DEPOK “Untuk lomba Trashpreneur ini, alhamdulillah OSIS di sekolah aku jadi dapet pengalaman tentang bank sampah dan pengelolaannya. Walaupun baru pertama kali, semoga bank sampah ini bisa terus berlanjut di sekolah aku.Terima kasih banyak ya kak atas ilmu dan pengalamannya selama lomba Trashpreneur ini 🙏🏻”
Dari Sekolah untuk Bumi: Ketika Siswa Belajar Mengelola Sampah dan Menjaga Lingkungan
Dari Sekolah untuk Bumi – Siapa bilang perubahan besar hanya bisa dimulai dari kebijakan besar? Di tangan para siswa sekolah, perubahan itu justru bermula dari hal-hal kecil—memilah sampah, mendaur ulang barang bekas, menanam pohon, hingga membuat kantin bebas plastik. Dan ya, semua ini benar-benar sedang terjadi di berbagai sekolah yang kami dampingi. Melalui program edukasi lingkungan yang kami jalankan bersama mitra pendidikan, kami melihat sendiri bagaimana anak-anak muda ini mulai membentuk kebiasaan baru: lebih sadar, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tidak Sekadar Kumpulkan Sampah, Tapi Juga Mengelolanya Program ini tidak hanya mengajak siswa mengumpulkan sampah di sekolah mereka. Lebih dari itu, mereka diajarkan cara memilah sampah organik, anorganik, hingga limbah kemasan. Mereka belajar membedakan jenis plastik, memisahkan tutup botol dari botolnya, dan menimbang hasilnya secara rutin. Yang menarik, beberapa sekolah bahkan telah mengelola sampah menjadi produk baru—seperti ikat rambut dari kain perca, pot tanaman dari galon bekas, hingga barang-barang kreatif lainnya yang mereka jual lewat bazar sekolah atau akun media sosial. Penghijauan, Edukasi, dan Kegiatan Rutin Tak berhenti di daur ulang, banyak sekolah juga mengembangkan area hijau. Dari taman kecil di halaman belakang hingga sudut-sudut kelas yang ditanami tanaman hias, mereka mulai menghadirkan suasana yang lebih segar dan ramah lingkungan di sekolah. Beberapa sekolah juga menjalankan program rutin seperti One Day No Trash setiap hari Rabu, serta jadwal pemilahan dan penimbangan sampah dua kali seminggu. Edukasi tentang lingkungan disisipkan dalam berbagai mata pelajaran, membuat siswa tak hanya “melakukan” tapi juga benar-benar memahami mengapa mereka melakukannya. Kolaborasi yang Menguatkan: Siswa, Guru, dan Sekolah Bersatu Yang membuat program ini berhasil bukan hanya sistemnya, tapi juga kolaborasi yang terjalin. Guru-guru yang aktif mengingatkan dan terlibat langsung, siswa yang saling menyemangati, dan kepala sekolah yang memberi ruang serta dukungan penuh—semuanya menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Tentu saja, tidak semua berjalan mulus. Ada siswa yang masih perlu dibujuk, kelas yang kurang aktif, atau tantangan teknis dalam pengumpulan dan pencatatan. Tapi hal-hal ini tidak mematahkan semangat. Justru menjadi proses pembelajaran yang berharga bagi semua pihak. Lomba Bukan Tujuan Akhir, Perubahan Adalah Tujuannya Banyak sekolah awalnya mengikuti program ini karena adanya lomba. Tapi setelah dijalani, mereka menyadari satu hal penting : lomba hanyalah pemicu, bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah perubahan nyata dalam cara berpikir dan bertindak terhadap lingkungan. Dan perubahan itu kini mulai terasa. Dari kelas ke kelas, dari satu siswa ke siswa lain, dari halaman sekolah hingga media sosial, semangat untuk menjaga bumi mulai tumbuh. Bahkan ketika program usai, banyak sekolah ingin melanjutkan kebiasaan ini—karena mereka percaya, lingkungan yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama. Bersama, Kita Bisa Mulai dari Sekolah Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada keberlanjutan, kami percaya bahwa perubahan harus melibatkan semua lapisan masyarakat—termasuk dunia pendidikan. Karena itu, kami bangga bisa menjadi bagian dari gerakan kecil yang memberi dampak besar ini. Melalui program edukasi lingkungan, kami ingin terus mendampingi sekolah-sekolah dalam membentuk generasi yang peduli dan siap menghadapi tantangan lingkungan masa depan. Mari mulai dari yang kecil, mari mulai dari sekolah. Karena bumi yang lebih baik, berawal dari kebiasaan yang lebih baik. Ingin tahu lebih banyak tentang program lingkungan kami atau ingin kolaborasi dengan sekolah-sekolah di sekitar Anda? Hubungi kami di azzahramultisolusindo2023@gmail.com / +62 852-1060-9633
TRASPRENEUR “TrashPreneur – Muda berkarya,Sampah bernilai 2025: Saatnya Pelajar Jadi Agen Perubahan Lewat Bank Sampah Sekolah!
Saatnya Pelajar Jadi Agen Perubahan Lewat Bank Sampah Sekolah! 🌱 Punya semangat menjaga lingkungan?📦 Suka cari solusi dari masalah sampah di sekolah?💡 Pengen bikin ide usaha yang berdampak sekaligus berkelanjutan? Kalau iya, kamu wajib banget ikutan TRASPRENEUR 2025 — ajang lomba kewirausahaan pelajar yang tahun ini mengangkat tema “Membangun Bank Sampah Sekolah sebagai Solusi Ramah Lingkungan dan Wirausaha Sosial”. Apa Itu TRASPRENEUR?TRASPRENEUR adalah lomba kewirausahaan yang diselenggarakan oleh AMS (Asosiasi Mahasiswa Semangat), sebagai ajang untuk menggali potensi, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan para pelajar. Tahun ini, kita fokus pada greenpreneurship — khususnya membangun Bank Sampah di Sekolah. Kenapa Harus Ikut?✅ Ikut menjaga lingkungan dari sampah yang menumpuk✅ Belajar membangun sistem pengelolaan sampah yang menghasilkan nilai ekonomi✅ Latihan berpikir kreatif, solutif, dan kolaboratif✅ Berpeluang menang hadiah utama uang tunai hingga Rp1.500.000! Siapa yang Bisa Ikut?Pelajar SMA/SMK/sederajat yang berada di wilayah kota Depok. Apa yang Harus Dibuat? ✔ Bentuk tim berisi 7–10 orang✔ Bikin Bank Sampah di sekolah✔ Follow akun Tiktok dan Instagram kita di @kios.repact✔ Promosiin lewat konten digital (IG, TikTok, dll) masing-masing ✔ Jadi mentor muda yang inspiratif & berdampak! Jadwal Penting:📌 Pendaftaran: 14 April 2025 – 30 April 2025📌 Final & Pengumuman Pemenang: Minggu ke 3 di bulan Juni Cara Daftar:📍 Klik link ini: https://forms.gle/n2NG4xUAMSnuWpaL7📲 Atau hubungi kami via WhatsApp di 0856-5659-1656
Darurat Sampah Plastik! Lonjakan 30% Selama Ramadhan, Apa Solusinya?”
PT AMS – Setiap tahun, bulan Ramadhan selalu dinanti sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah dan kebersamaan. Namun, di balik keberkahannya, ada masalah lingkungan yang sering luput dari perhatian: lonjakan sampah plastik. Berdasarkan data dari berbagai sumber, timbulan sampah selama Ramadhan bisa meningkat hingga 30% dibandingkan bulan-bulan biasa. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman dalam kemasan sekali pakai. Penyebab Meningkatnya Sampah Plastik Tingginya Konsumsi Takjil KemasanBanyak pedagang menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus makanan dan minuman berbuka puasa. Kantong plastik, sedotan, serta wadah berbahan styrofoam menjadi limbah yang sulit terurai. Peningkatan Belanja dengan Plastik Sekali PakaiBulan Ramadhan sering dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas belanja, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun persiapan Hari Raya. Banyaknya penggunaan kantong plastik di pasar dan supermarket turut memperburuk kondisi lingkungan. Konsumsi Air Minum dalam Botol PlastikSaat berbuka puasa, banyak orang memilih air minum kemasan karena praktis dan mudah didapat. Sayangnya, botol plastik bekas ini jarang didaur ulang dengan benar, sehingga menumpuk sebagai sampah. Makanan Takeaway dan Jajanan JalananBanyak orang memilih membeli makanan jadi selama Ramadhan, terutama saat sahur dan berbuka. Sayangnya, banyak makanan ini dikemas dalam plastik yang akhirnya menjadi limbah. Dampak Sampah Plastik yang Tidak Dikelola dengan Baik Pencemaran Lingkungan – Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, mencemari tanah dan air. Membahayakan Satwa – Sampah plastik yang berakhir di sungai dan laut sering kali dikonsumsi oleh hewan, yang mengancam kelangsungan hidup mereka. Meningkatkan Risiko Bencana – Sampah plastik yang menumpuk dapat menyumbat saluran air, meningkatkan risiko banjir di musim hujan. Apa yang Bisa Kita Lakukan? Gunakan Wadah Sendiri – Bawa tumbler dan tempat makan sendiri saat membeli takjil atau makanan berbuka. Kurangi Penggunaan Kantong Plastik – Bawa tas belanja reusable setiap berbelanja. Pilih Produk Ramah Lingkungan – Gunakan bahan alternatif seperti daun pisang atau wadah biodegradable. Daur Ulang dan Manfaatkan Bank Sampah – Pisahkan sampah plastik dan serahkan ke bank sampah agar bisa didaur ulang. Dengan langkah-langkah kecil ini, kita bisa menjadikan Ramadhan lebih bermakna tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk bumi kita. Yuk, mulai perubahan dari sekarang! 🌱✨ #RamadhanHijau #KurangiSampah #UbahTanpaPlastik
Bank Sampah Sri Gading: Perjalanan Menuju Kepedulian Lingkungan yang Lebih Baik
PT AMS – Hai teman-teman, perkenalkan saya Dwie Handayani, pengurus dari Bank Sampah Sri Gading yang beralamat di Perum Griya Citayam Permai 2, Rawa Panjang-Bojong Gede, Bogor, tepatnya di RW 24. Bank Sampah Sri Gading berdiri pada 8 Agustus 2021 dan terdiri dari 10 pengurus yang dengan penuh semangat bergerak untuk menciptakan perubahan di lingkungan sekitar. Awal Mula Bank Sampah Sri Gading Kami memulai perjalanan ini dengan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. Sebagai ibu rumah tangga yang sering mengadakan kegiatan kecil seperti arisan, pengajian, hingga ngopi bersama teman-teman, kami terinspirasi untuk mengumpulkan sampah kering dari kemasan jajanan yang sering kami gunakan. Pada awalnya, kami hanya memilah sampah sesuai kebutuhan pribadi, karena kami merasa sayang jika sampah tersebut dibuang begitu saja. Kami bahkan sering memanfaatkan botol bekas atau kantong minyak goreng untuk berbagai keperluan, seperti media tanam atau prakarya anak-anak. Dari kebiasaan ini, kami menyadari bahwa banyak barang bekas yang masih dapat dimanfaatkan, dan hal ini membuat kami berpikir untuk mengelola sampah dengan lebih serius. Kami pun terinspirasi oleh komunitas Bank Sampah di perumahan lain yang telah berjalan lebih dulu, dan mereka mengajak kami untuk mendirikan Bank Sampah serupa. Proses Pembentukan Bank Sampah Setelah berdiskusi dengan teman-teman dan Ibu RW, kami memutuskan untuk membentuk Bank Sampah Sri Gading. Kami memulai dengan belajar tentang cara memilah dan mengelompokkan sampah agar bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Kami juga mengikuti edukasi tentang pentingnya memilah sampah yang diselenggarakan oleh Bank Sampah Pusat (BSP) Pemerintah Daerah Kota Bogor. Proses belajar tersebut sangat membantu kami dalam memahami cara mengelola sampah kering dengan benar, hingga akhirnya kami membuka penimbangan sampah pertama pada Agustus 2021, yang diresmikan oleh Bapak Lurah Rawa Panjang. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Dalam beberapa minggu pertama, jumlah nasabah kami melonjak hingga hampir 50 orang, jauh lebih banyak dari yang kami harapkan. Tantangan dan Perkembangan Meski begitu, perjalanan kami tidak selalu mulus. Pada awal pembukaan, para nasabah masih minim pengetahuan tentang cara memilah sampah, sehingga banyak sampah yang bercampur aduk. Namun, seiring berjalannya waktu, kami mulai mengedukasi mereka dan hasilnya sangat memuaskan. Sampah yang kami terima kini sudah lebih terpilah dengan baik dan kami bisa lebih maksimal dalam mengelola dan menimbangnya. Namun, tantangan lain muncul ketika masalah pembayaran dengan vendor yang mengangkut sampah kami mulai terjadi. Vendor pertama kami tidak memenuhi janji pembayaran tepat waktu, sehingga kami memutuskan untuk menghentikan kerjasama dengan mereka. Kami kemudian bekerja sama dengan PT. Grein, yang awalnya memberikan layanan baik, namun masalah yang sama muncul kembali. Pembayaran yang tertunda berbulan-bulan membuat kami semakin cemas dan akhirnya kami memilih untuk berhenti bekerja sama dengan mereka juga. Kolaborasi dengan PT. AMS Di tengah kebingungan kami, akhirnya kami bertemu dengan PT. AMS (Azzahra Multi Solusindo) melalui obrolan dengan pengurus bank sampah lain. Kami memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan PT. AMS dan alhamdulillah, sejak kerjasama dimulai, pelayanan mereka sangat memuaskan. Pembayaran pun selalu dilakukan tepat waktu, hanya dalam waktu 3 hingga 7 hari setelah pengambilan sampah. Ini adalah sebuah kemajuan besar bagi kami, dan kami berharap PT. AMS terus maju dan jaya dalam memberikan layanan terbaik. Pesan untuk Kita Semua Perjalanan Bank Sampah Sri Gading ini bukan hanya tentang mengelola sampah, tetapi juga tentang semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap setiap orang bisa turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar kita. Setiap sampah yang kita pisahkan dengan baik, bisa menjadi barang yang berguna dan bernilai. Bahkan, kita bisa mendapatkan keuntungan dari hal tersebut dan, yang lebih penting, membantu menyelamatkan bumi. Mari terus berbuat baik, peduli lingkungan, dan jangan lupa untuk selalu memilah sampah! Dari tangan kita, banyak perubahan yang bisa tercipta. Cuan dan Bumi Sehat, Semua Bisa!
Memahami Plastik Multi-Layer: Solusi Kemasan dengan Perlindungan Maksimal
Memahami Pengertian Plastik Multi-Layer AMS Group – Plastik multi-layer (plastik multi-lapis) adalah jenis plastik yang terdiri dari beberapa lapisan bahan plastik yang disusun secara bertingkat, dengan masing-masing lapisan memiliki fungsi dan tujuan tertentu. Penggunaan teknologi multi-layer pada plastik bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, serta memberikan perlindungan lebih baik terhadap produk yang dikemas, seperti penghalang terhadap kelembapan, udara, cahaya, dan bahan kimia. Struktur Plastik Multi-Layer Plastik multi-layer terdiri dari dua lapisan atau lebih yang disusun dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja material. Setiap lapisan dapat menggunakan bahan plastik yang berbeda, dengan karakteristik yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan fungsional. Berikut adalah beberapa lapisan yang umum digunakan dalam plastik multi-layer: Lapisan Luar: Lapisan ini berfungsi untuk melindungi plastik dari kerusakan fisik seperti robekan atau benturan. Bahan yang sering digunakan untuk lapisan luar adalah polietilena (PE), polipropilena (PP), atau polivinil klorida (PVC). Lapisan Tengah: Lapisan ini sering kali memiliki fungsi penghalang, misalnya untuk mencegah penetrasi gas, uap air, atau bahan kimia. Bahan yang digunakan untuk lapisan tengah bisa berupa poliamida (nylon), polietilena tereftalat (PET), atau etilena-vinil alkohol (EVOH), yang dikenal memiliki sifat penghalang yang baik terhadap kelembapan dan udara. Lapisan Dalam: Lapisan dalam berfungsi untuk melindungi produk dari kontaminasi, terutama jika plastik digunakan untuk mengemas produk pangan atau barang sensitif lainnya. Biasanya, lapisan ini menggunakan bahan, seperti polyethylene (PE) atau bahan lain yang sesuai dengan standar keamanan produk. Multi layer plastic pada kemasan makanan Aplikasi Plastik Multi-Layer Plastik multi-layer banyak digunakan di berbagai industri karena keunggulannya dalam melindungi produk dan memberikan nilai tambah bagi kemasan. Beberapa contoh aplikasi plastik multi-layer antara lain: Industri Makanan dan Minuman: Plastik multi-layer digunakan untuk mengemas makanan dan minuman yang sensitif terhadap cahaya, udara, atau kelembapan. Contoh produk yang menggunakan plastik multi-layer adalah kemasan snack, kopi, susu, jus, dan makanan beku. Industri Farmasi: Plastik multi-layer juga digunakan untuk mengemas obat-obatan yang memerlukan perlindungan dari faktor eksternal, seperti cahaya atau kelembapan. Kemasan obat yang aman dan tahan lama sangat penting untuk menjaga kualitas obat. Industri Elektronik: Beberapa komponen elektronik menggunakan plastik multi-layer untuk melindungi perangkat dari debu, kelembapan, dan kerusakan mekanis. Plastik multi-layer di sini memastikan perangkat tetap aman selama transportasi dan penyimpanan. Kemasan Kosmetik: Beberapa produk kosmetik yang rentan terhadap kerusakan akibat cahaya atau udara juga menggunakan plastik multi-layer untuk melindungi isi produk agar tetap stabil dan efektif. Tantangan dan Isu Lingkungan Meski memiliki berbagai keuntungan, plastik multi-layer juga menghadapi tantangan, terutama terkait dengan masalah lingkungan. Salah satu masalah utama adalah kesulitan dalam proses daur ulang plastik multi-layer. Karena terdiri dari berbagai jenis plastik, pemisahan dan pengolahan kembali material ini menjadi lebih rumit. Namun, untuk mengatasi masalah ini, banyak produsen dan peneliti yang tengah mengembangkan solusi baru, seperti penggunaan bahan-bahan plastik yang lebih mudah didaur ulang atau mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi daur ulang plastik multi-layer. Selain itu, ada juga penelitian mengenai pengembangan plastik berbahan dasar alami atau bioplastik untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kesimpulan Plastik multi-layer adalah bahan plastik yang terdiri dari beberapa lapisan dengan fungsi yang berbeda, yang memberikan perlindungan lebih baik terhadap produk yang dikemas. Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan ketahanan, kekuatan, dan kualitas produk, serta memberikan perlindungan ekstra terhadap faktor-faktor eksternal yang dapat merusak produk. Meskipun demikian, masalah lingkungan terkait dengan daur ulang plastik multi-layer tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi. Seiring dengan perkembangan teknologi, plastik multi-layer yang ramah lingkungan dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Pelatihan Digital Marketing oleh PT AMS: “Dari Sampah Menjadi Peluang: Menyongsong Masa Depan Bersih dengan Digital Marketing”
Depok (1 Februari 2025 ) – PT Azzahra Multi Solusindo (AMS) terus berkomitmen menghadirkan inovasi dalam menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Digital Marketing dan Waste Management dengan tema:“Dari Sampah Menjadi Peluang: Menyongsong Masa Depan Bersih dengan Digital Marketing dan Waste Management.” Acara ini dilaksanakan di Bank Sampah Srigading, Depok dan dihadiri oleh perwakilan dari 25 Bank Sampah, di mana masing-masing bank sampah mengirimkan 2 orang perwakilan, sehingga total peserta yang hadir mencapai 50 orang. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Bapak Rizal Firdaus, seorang Digital Marketing Profesional, serta Ibu Tri, praktisi Waste Management yang telah berpengalaman dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat. Digital Marketing: Menembus Batas Peluang Baru Dalam sesi pertama, Bapak Rizal Firdaus menjelaskan bagaimana strategi digital marketing dapat menjadi kunci untuk mengembangkan usaha berbasis lingkungan.Materi yang dibawakan meliputi: Pemahaman dasar digital marketing untuk pemula Pentingnya membangun branding produk ramah lingkungan Pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan kampanye hijau Cara mengemas konten kreatif agar menarik bagi generasi muda Menurut beliau, pemasaran digital bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga tentang menyampaikan pesan keberlanjutan yang dapat menginspirasi perubahan di masyarakat. Waste Management: Dari Kebersihan ke Ekonomi Sirkular Sesi kedua dibawakan oleh Ibu Tri, yang membahas urgensi pengelolaan sampah secara bijak. Beliau menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).Pokok bahasan yang disampaikan antara lain: Dampak buruk sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan Pentingnya memilah sampah dari rumah Peran bank sampah sebagai solusi nyata mengurangi timbulan sampah Peluang ekonomi dari daur ulang dan pemanfaatan kembali sampah Ibu Tri menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang tepat bukan hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan dan membuka lapangan kerja baru. Sinergi untuk Masa Depan Bersih Pelatihan yang diikuti oleh 50 peserta perwakilan bank sampah ini berjalan dengan antusiasme tinggi. Para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan ide kreatif untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Integrasi antara digital marketing dan waste management diharapkan mampu menciptakan ekosistem baru, di mana teknologi membantu mempercepat penyebaran kampanye lingkungan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga bumi. Harapan PT AMS PT AMS berharap kegiatan ini mampu: Menginspirasi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah. Memberikan pemahaman bahwa sampah bisa menjadi peluang usaha yang berkelanjutan. Mengajak generasi muda untuk aktif memanfaatkan teknologi digital demi masa depan bersih dan sehat. Dengan semangat kolaborasi, PT AMS percaya bahwa dari sampah, kita bisa menciptakan peluang. Bersama, mari menyongsong masa depan bersih, hijau, dan penuh inovasi.
Seminar Lingkungan dan Sosialisasi Bank Sampah: Meningkatkan Kepedulian Terhadap Lingkungan di SMK Tirtajaya Cilodong
Lingkungan yang bersih dan sehat adalah aset berharga bagi kita semua, terutama di lingkungan sekolah. SMK Tirtajaya Cilodong, sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap keberlanjutan, menggelar seminar lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan bijak. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sosialisasi tentang Bank Sampah, yang menjadi solusi cerdas dalam menangani masalah sampah di lingkungan sekolah. Menjaga Kebersihan Sekolah: Tanggung Jawab Bersama Sekolah merupakan tempat belajar dan berkembangnya para generasi muda, sehingga sudah seharusnya menjadi contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dalam seminar ini, para peserta diajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan sekitar, khususnya di area sekolah. Dengan menjaga kebersihan, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang nyaman, tetapi juga mencegah dampak buruk dari sampah yang menumpuk, seperti polusi dan penyebaran penyakit. Mengenal Bank Sampah: Mengelola Sampah Menjadi Berkah Salah satu topik utama dalam seminar ini adalah tentang pentingnya mengelola sampah secara bijak dengan konsep Bank Sampah. Bank Sampah adalah sistem pengelolaan sampah yang memungkinkan masyarakat untuk menabung sampah yang dapat didaur ulang dan menukarkannya dengan uang atau barang lain yang bermanfaat. Di SMK Tirtajaya Cilodong, program Bank Sampah diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi sampah yang dihasilkan oleh siswa dan staf sekolah. Dengan sosialisasi Bank Sampah, para siswa diajak untuk memilah sampah dengan baik antara sampah organik dan anorganik, serta mendaur ulang barang-barang yang masih bisa digunakan. Program ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi sekolah dan masyarakat sekitar. Sampah yang dikelola dengan baik bisa diubah menjadi bahan baku yang bernilai, bahkan bisa memberikan sumber pendapatan tambahan. Meningkatkan Kepedulian dan Aksi Nyata Melalui seminar ini, diharapkan para siswa dan seluruh civitas akademika SMK Tirtajaya Cilodong dapat terinspirasi untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kepedulian terhadap kebersihan sekolah dan pengelolaan sampah dengan bijak tidak hanya menjadi tugas petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan mengubah pola pikir dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, kita dapat menciptakan sekolah yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. Ayo, bersama-sama kita jaga kebersihan sekolah, kelola sampah dengan bijak, dan ubah sampah menjadi berkah untuk lingkungan yang lebih baik. SMK Tirtajaya Cilodong siap menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata yang dimulai dari diri kita sendiri. Mari kita wujudkan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan!
Menemukan Nilai dalam Sampah: Perjalanan Inspiratif Mengubah Pandangan tentang Lingkungan
Di sebuah lingkungan yang asri, di tengah rutinitas yang padat, ada seorang wanita yang mengubah cara pandang orang-orang di sekitarnya tentang sampah. Kisah ini bermula dari kebiasaan sederhana, namun penuh makna, yang akhirnya menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Suatu hari, salah seorang pengurus bank sampah di lingkungannya menceritakan kisah menarik. Dulu, beliau merasa heran dan bahkan mengejek kebiasaan si Ibu ini. Setiap kali mereka bertemu, beliau selalu melihat si Ibu mengumpulkan sampah-sampah plastik seperti botol, gelas, kardus, dan lain-lain di acara-acara RW dan resepsi pernikahan. Meski sering melihatnya, beliau merasa bahwa pekerjaan tersebut tidak pantas dan tidak “terhormat”. Di dalam hati, beliau sering berpikir, “Kenapa sih, Bu, harus melakukan pekerjaan seperti itu? Tidak ada pekerjaan lain yang lebih baik?” Namun, seiring waktu, pandangannya mulai berubah. Ternyata, kebiasaan mengumpulkan sampah yang dianggapnya sepele ini, menyimpan manfaat yang sangat besar, baik untuk lingkungan maupun diri pribadi. Beliau bahkan mengatakan, “Dulu saya selalu mengejek ibu, tapi sekarang malah saya yang mengikuti jejak ibu.” Sekarang, beliau pun tak hanya mengumpulkan sampah-sampah anorganik ketika keliling sebagai kader Jumantik, tetapi juga mengajak anak-anak di pengajian untuk membawa sampah sebagai “bayaran” mereka. Pengumpulan sampah pun menjadi kegiatan yang dilakukan dengan penuh semangat, dan hasilnya? Tabungan beliau di bank sampah pun menjadi salah satu yang terbanyak. Lebih dari itu, beliau juga berhasil memanfaatkan hasil jerih payahnya dalam mengumpulkan sampah. Setiap kali ada keperluan mendesak, tabungan tersebut menjadi penyelamat. Ini adalah bukti nyata bahwa setiap usaha, sekecil apapun itu, akan memberikan hasil yang luar biasa jika dikelola dengan baik. Pengalaman ini mengubah pandangan beliau, dan membuka mata akan potensi yang ada dalam mengelola sampah dengan cara yang lebih positif. Selain mengumpulkan sampah anorganik, Ibu ini juga menciptakan produk-produk unik dari bungkus kopi saset yang sering ia temui. Dengan kreativitas tinggi, ia mengubahnya menjadi berbagai macam produk yang bernilai jual, seperti tatakan gelas, gantungan kunci, tempat tisu, tas, sajadah, taplak meja, dan bahkan tikar. Saking sibuknya dengan aktivitas tersebut, ia tidak sempat meluangkan waktu khusus untuk membuat produk. Namun, ia menemukan cara jitu untuk mensiasati waktu: ia selalu membawa bungkus kopi dalam tasnya, melipatnya di sela-sela kegiatan sehari-hari, bahkan saat di perjalanan. Ketika sedang boncengan dengan suami, dalam kereta, atau di tempat-tempat umum, ia tetap melipat bungkus kopi. Suatu kali, di kereta, ada mahasiswa dari Universitas Sahid yang meminta nomor WhatsApp-nya. Begitu juga di TJ, ada ibu-ibu yang tertarik untuk membeli tikar buatan tangan Ibu ini. Keahlian dan kreativitasnya tak hanya menginspirasi, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang bermanfaat. Kini, tidak hanya sampah yang diubah menjadi barang berguna, tetapi kebiasaan mengumpulkan sampah pun telah menumbuhkan kesadaran lingkungan yang lebih luas di kalangan masyarakat sekitar.
Perjalanan Bank Sampah Komplek RW.02 Harapan Mulia: Dari Tantangan hingga Keberhasilan
Perjalanan terbentuknya Bank Sampah Komplek RW.02 Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat. Nama saya Herlina Kodaratun, Ketua RW.02 sekaligus Pembina Bank Sampah Komplek Logam. Pada tanggal 23 Oktober 2018, Bank Sampah Komplek Logam (BS K.L) resmi terbentuk. Semuanya berawal dari ajakan Pak Arbi Novianto, Lurah Harapan Mulia, yang mengundang kami, anak-anak Katar wilayah kami, untuk berkunjung ke sebuah bank sampah yang ada di Cempaka Putih. Namun sayangnya, bank sampah tersebut sudah tidak aktif lagi. Pulang dari kunjungan tersebut, kami terus berdiskusi, dan Pak Lurah mendorong kami untuk mendirikan bank sampah di RW.02. Awalnya, kami merasa pesimis karena tidak memiliki lahan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah. Saya sendiri, sebagai ketua RW, merasa pusing memikirkan masalah pemindahan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Akhir di wilayah kami. Pemindahan TPS tersebut sempat menimbulkan antrean panjang gerobak sampah yang menghalangi jalan. Akhirnya, saya mengambil keputusan yang cukup berat: mengalihkan jalur truk sampah ke Jalan Perunggu RT.004 RW.02, tepatnya di dekat sekretariat RW. Kami ingin menghindari kemungkinan pemindahan petugas sampah ke wilayah Serdang yang jauh dan sulit dijangkau.Keputusan ini menimbulkan banyak keluhan dari warga, saya terus berfokus pada kemanusiaan, memperhatikan perjuangan petugas sampah yang harus menempuh jarak jauh setiap hari. Alhamdulillah, situasi pun menjadi kondusif, dan kami mulai melangkah lebih jauh dengan mendirikan bank sampah. Awalnya, pengelolaannya dilakukan oleh kader PKK yang saya anggap sangat tulus dan ikhlas. Kami memulai dengan visi misi “Dengan Sampah Meraih Keberkahan.” Untuk itu, kami harus rela mengubah fungsi sekretariat RW menjadi tempat operasional bank sampah. Kegiatan pelayanan warga yang biasa dilakukan di sekretariat, kini dilakukan langsung di rumah-rumah dengan pelayanan 24 jam tanpa jadwal tetap. Saya hanya memantau pengurus bank sampah yang terus berjuang dengan penuh semangat. Pada tahun pertama, jumlah nasabah kami hanya sekitar 20 orang dan terus meningkat menajdi 80 orang. Bank Sampah Komplek Logam terus eksis, bahkan mendapatkan kepercayaan untuk ikut dalam lomba Bank Sampah se-Jakarta Pusat dan masuk dalam wilayah Proklim. Kami meraih nilai tertinggi dalam penilaian tersebut, yang kemudian membawa kami ikut dalam penilaian Adipura Jakarta Pusat. Kami mendapatkan dukungan pertama dari perusahaan Unilever, yang memberikan pelatihan tentang cara mengolah barang daur ulang dari sampah non-organik. Dengan bantuan modal dari Unilever, kami bisa menyediakan produk kebutuhan rumah tangga. Pada 2023, RW.02 meraih juara PROKLIM Terbaik 1 dan Bank Sampah Terbaik 1, bersama piagam penghargaan dan hadiah uang pembinaan yang sangat membantu operasional kami. Alhamdulillah, jumlah nasabah kami kini mencapai 127 orang. Saya kini dipercaya menjadi ketua bank sampah, menggantikan ketua sebelumnya yang lebih fokus pada pencitraan daripada pelayanan. Kami terus berjuang mendukung Pemprov Jakarta dalam pengurangan sampah dan berharap upaya ini bisa merata di wilayah lain. Namun, masih ada kekurangan dukungan pemerintah terhadap RW-RW yang aktif dalam pengelolaan sampah. Dengan ketegasan dari Pemprov, kami berharap bank sampah bisa semakin berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam pengurangan sampah di Jakarta. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung kami, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan. Salam pejuang sampah, tetap semangat!