Saatnya Pelajar Jadi Agen Perubahan Lewat Bank Sampah Sekolah! 🌱 Punya semangat menjaga lingkungan?📦 Suka cari solusi dari masalah sampah di sekolah?💡 Pengen bikin ide usaha yang berdampak sekaligus berkelanjutan? Kalau iya, kamu wajib banget ikutan TRASPRENEUR 2025 — ajang lomba kewirausahaan pelajar yang tahun ini mengangkat tema “Membangun Bank Sampah Sekolah sebagai Solusi Ramah Lingkungan dan Wirausaha Sosial”. Apa Itu TRASPRENEUR?TRASPRENEUR adalah lomba kewirausahaan yang diselenggarakan oleh AMS (Asosiasi Mahasiswa Semangat), sebagai ajang untuk menggali potensi, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan para pelajar. Tahun ini, kita fokus pada greenpreneurship — khususnya membangun Bank Sampah di Sekolah. Kenapa Harus Ikut?✅ Ikut menjaga lingkungan dari sampah yang menumpuk✅ Belajar membangun sistem pengelolaan sampah yang menghasilkan nilai ekonomi✅ Latihan berpikir kreatif, solutif, dan kolaboratif✅ Berpeluang menang hadiah utama uang tunai hingga Rp1.500.000! Siapa yang Bisa Ikut?Pelajar SMA/SMK/sederajat yang berada di wilayah kota Depok. Apa yang Harus Dibuat? ✔ Bentuk tim berisi 7–10 orang✔ Bikin Bank Sampah di sekolah✔ Follow akun Tiktok dan Instagram kita di @kios.repact✔ Promosiin lewat konten digital (IG, TikTok, dll) masing-masing ✔ Jadi mentor muda yang inspiratif & berdampak! Jadwal Penting:📌 Pendaftaran: 14 April 2025 – 30 April 2025📌 Final & Pengumuman Pemenang: Minggu ke 3 di bulan Juni Cara Daftar:📍 Klik link ini: https://forms.gle/n2NG4xUAMSnuWpaL7📲 Atau hubungi kami via WhatsApp di 0856-5659-1656
Darurat Sampah Plastik! Lonjakan 30% Selama Ramadhan, Apa Solusinya?”
PT AMS – Setiap tahun, bulan Ramadhan selalu dinanti sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah dan kebersamaan. Namun, di balik keberkahannya, ada masalah lingkungan yang sering luput dari perhatian: lonjakan sampah plastik. Berdasarkan data dari berbagai sumber, timbulan sampah selama Ramadhan bisa meningkat hingga 30% dibandingkan bulan-bulan biasa. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman dalam kemasan sekali pakai. Penyebab Meningkatnya Sampah Plastik Tingginya Konsumsi Takjil KemasanBanyak pedagang menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus makanan dan minuman berbuka puasa. Kantong plastik, sedotan, serta wadah berbahan styrofoam menjadi limbah yang sulit terurai. Peningkatan Belanja dengan Plastik Sekali PakaiBulan Ramadhan sering dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas belanja, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun persiapan Hari Raya. Banyaknya penggunaan kantong plastik di pasar dan supermarket turut memperburuk kondisi lingkungan. Konsumsi Air Minum dalam Botol PlastikSaat berbuka puasa, banyak orang memilih air minum kemasan karena praktis dan mudah didapat. Sayangnya, botol plastik bekas ini jarang didaur ulang dengan benar, sehingga menumpuk sebagai sampah. Makanan Takeaway dan Jajanan JalananBanyak orang memilih membeli makanan jadi selama Ramadhan, terutama saat sahur dan berbuka. Sayangnya, banyak makanan ini dikemas dalam plastik yang akhirnya menjadi limbah. Dampak Sampah Plastik yang Tidak Dikelola dengan Baik Pencemaran Lingkungan – Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, mencemari tanah dan air. Membahayakan Satwa – Sampah plastik yang berakhir di sungai dan laut sering kali dikonsumsi oleh hewan, yang mengancam kelangsungan hidup mereka. Meningkatkan Risiko Bencana – Sampah plastik yang menumpuk dapat menyumbat saluran air, meningkatkan risiko banjir di musim hujan. Apa yang Bisa Kita Lakukan? Gunakan Wadah Sendiri – Bawa tumbler dan tempat makan sendiri saat membeli takjil atau makanan berbuka. Kurangi Penggunaan Kantong Plastik – Bawa tas belanja reusable setiap berbelanja. Pilih Produk Ramah Lingkungan – Gunakan bahan alternatif seperti daun pisang atau wadah biodegradable. Daur Ulang dan Manfaatkan Bank Sampah – Pisahkan sampah plastik dan serahkan ke bank sampah agar bisa didaur ulang.  Dengan langkah-langkah kecil ini, kita bisa menjadikan Ramadhan lebih bermakna tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk bumi kita. Yuk, mulai perubahan dari sekarang! 🌱✨ #RamadhanHijau #KurangiSampah #UbahTanpaPlastik
Bank Sampah Sri Gading: Perjalanan Menuju Kepedulian Lingkungan yang Lebih Baik
PT AMS – Hai teman-teman, perkenalkan saya Dwie Handayani, pengurus dari Bank Sampah Sri Gading yang beralamat di Perum Griya Citayam Permai 2, Rawa Panjang-Bojong Gede, Bogor, tepatnya di RW 24. Bank Sampah Sri Gading berdiri pada 8 Agustus 2021 dan terdiri dari 10 pengurus yang dengan penuh semangat bergerak untuk menciptakan perubahan di lingkungan sekitar. Awal Mula Bank Sampah Sri Gading Kami memulai perjalanan ini dengan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. Sebagai ibu rumah tangga yang sering mengadakan kegiatan kecil seperti arisan, pengajian, hingga ngopi bersama teman-teman, kami terinspirasi untuk mengumpulkan sampah kering dari kemasan jajanan yang sering kami gunakan. Pada awalnya, kami hanya memilah sampah sesuai kebutuhan pribadi, karena kami merasa sayang jika sampah tersebut dibuang begitu saja. Kami bahkan sering memanfaatkan botol bekas atau kantong minyak goreng untuk berbagai keperluan, seperti media tanam atau prakarya anak-anak. Dari kebiasaan ini, kami menyadari bahwa banyak barang bekas yang masih dapat dimanfaatkan, dan hal ini membuat kami berpikir untuk mengelola sampah dengan lebih serius. Kami pun terinspirasi oleh komunitas Bank Sampah di perumahan lain yang telah berjalan lebih dulu, dan mereka mengajak kami untuk mendirikan Bank Sampah serupa. Proses Pembentukan Bank Sampah Setelah berdiskusi dengan teman-teman dan Ibu RW, kami memutuskan untuk membentuk Bank Sampah Sri Gading. Kami memulai dengan belajar tentang cara memilah dan mengelompokkan sampah agar bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Kami juga mengikuti edukasi tentang pentingnya memilah sampah yang diselenggarakan oleh Bank Sampah Pusat (BSP) Pemerintah Daerah Kota Bogor. Proses belajar tersebut sangat membantu kami dalam memahami cara mengelola sampah kering dengan benar, hingga akhirnya kami membuka penimbangan sampah pertama pada Agustus 2021, yang diresmikan oleh Bapak Lurah Rawa Panjang. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Dalam beberapa minggu pertama, jumlah nasabah kami melonjak hingga hampir 50 orang, jauh lebih banyak dari yang kami harapkan. Tantangan dan Perkembangan Meski begitu, perjalanan kami tidak selalu mulus. Pada awal pembukaan, para nasabah masih minim pengetahuan tentang cara memilah sampah, sehingga banyak sampah yang bercampur aduk. Namun, seiring berjalannya waktu, kami mulai mengedukasi mereka dan hasilnya sangat memuaskan. Sampah yang kami terima kini sudah lebih terpilah dengan baik dan kami bisa lebih maksimal dalam mengelola dan menimbangnya. Namun, tantangan lain muncul ketika masalah pembayaran dengan vendor yang mengangkut sampah kami mulai terjadi. Vendor pertama kami tidak memenuhi janji pembayaran tepat waktu, sehingga kami memutuskan untuk menghentikan kerjasama dengan mereka. Kami kemudian bekerja sama dengan PT. Grein, yang awalnya memberikan layanan baik, namun masalah yang sama muncul kembali. Pembayaran yang tertunda berbulan-bulan membuat kami semakin cemas dan akhirnya kami memilih untuk berhenti bekerja sama dengan mereka juga. Kolaborasi dengan PT. AMS Di tengah kebingungan kami, akhirnya kami bertemu dengan PT. AMS (Azzahra Multi Solusindo) melalui obrolan dengan pengurus bank sampah lain. Kami memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan PT. AMS dan alhamdulillah, sejak kerjasama dimulai, pelayanan mereka sangat memuaskan. Pembayaran pun selalu dilakukan tepat waktu, hanya dalam waktu 3 hingga 7 hari setelah pengambilan sampah. Ini adalah sebuah kemajuan besar bagi kami, dan kami berharap PT. AMS terus maju dan jaya dalam memberikan layanan terbaik. Pesan untuk Kita Semua Perjalanan Bank Sampah Sri Gading ini bukan hanya tentang mengelola sampah, tetapi juga tentang semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap setiap orang bisa turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar kita. Setiap sampah yang kita pisahkan dengan baik, bisa menjadi barang yang berguna dan bernilai. Bahkan, kita bisa mendapatkan keuntungan dari hal tersebut dan, yang lebih penting, membantu menyelamatkan bumi. Mari terus berbuat baik, peduli lingkungan, dan jangan lupa untuk selalu memilah sampah! Dari tangan kita, banyak perubahan yang bisa tercipta. Cuan dan Bumi Sehat, Semua Bisa!
Memahami Plastik Multi-Layer: Solusi Kemasan dengan Perlindungan Maksimal
Memahami Pengertian Plastik Multi-Layer AMS Group – Plastik multi-layer (plastik multi-lapis) adalah jenis plastik yang terdiri dari beberapa lapisan bahan plastik yang disusun secara bertingkat, dengan masing-masing lapisan memiliki fungsi dan tujuan tertentu. Penggunaan teknologi multi-layer pada plastik bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, serta memberikan perlindungan lebih baik terhadap produk yang dikemas, seperti penghalang terhadap kelembapan, udara, cahaya, dan bahan kimia. Struktur Plastik Multi-Layer Plastik multi-layer terdiri dari dua lapisan atau lebih yang disusun dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja material. Setiap lapisan dapat menggunakan bahan plastik yang berbeda, dengan karakteristik yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan fungsional. Berikut adalah beberapa lapisan yang umum digunakan dalam plastik multi-layer: Lapisan Luar: Lapisan ini berfungsi untuk melindungi plastik dari kerusakan fisik seperti robekan atau benturan. Bahan yang sering digunakan untuk lapisan luar adalah polietilena (PE), polipropilena (PP), atau polivinil klorida (PVC). Lapisan Tengah: Lapisan ini sering kali memiliki fungsi penghalang, misalnya untuk mencegah penetrasi gas, uap air, atau bahan kimia. Bahan yang digunakan untuk lapisan tengah bisa berupa poliamida (nylon), polietilena tereftalat (PET), atau etilena-vinil alkohol (EVOH), yang dikenal memiliki sifat penghalang yang baik terhadap kelembapan dan udara. Lapisan Dalam: Lapisan dalam berfungsi untuk melindungi produk dari kontaminasi, terutama jika plastik digunakan untuk mengemas produk pangan atau barang sensitif lainnya. Biasanya, lapisan ini menggunakan bahan, seperti polyethylene (PE) atau bahan lain yang sesuai dengan standar keamanan produk. Multi layer plastic pada kemasan makanan Aplikasi Plastik Multi-Layer Plastik multi-layer banyak digunakan di berbagai industri karena keunggulannya dalam melindungi produk dan memberikan nilai tambah bagi kemasan. Beberapa contoh aplikasi plastik multi-layer antara lain: Industri Makanan dan Minuman: Plastik multi-layer digunakan untuk mengemas makanan dan minuman yang sensitif terhadap cahaya, udara, atau kelembapan. Contoh produk yang menggunakan plastik multi-layer adalah kemasan snack, kopi, susu, jus, dan makanan beku. Industri Farmasi: Plastik multi-layer juga digunakan untuk mengemas obat-obatan yang memerlukan perlindungan dari faktor eksternal, seperti cahaya atau kelembapan. Kemasan obat yang aman dan tahan lama sangat penting untuk menjaga kualitas obat. Industri Elektronik: Beberapa komponen elektronik menggunakan plastik multi-layer untuk melindungi perangkat dari debu, kelembapan, dan kerusakan mekanis. Plastik multi-layer di sini memastikan perangkat tetap aman selama transportasi dan penyimpanan. Kemasan Kosmetik: Beberapa produk kosmetik yang rentan terhadap kerusakan akibat cahaya atau udara juga menggunakan plastik multi-layer untuk melindungi isi produk agar tetap stabil dan efektif.  Tantangan dan Isu Lingkungan Meski memiliki berbagai keuntungan, plastik multi-layer juga menghadapi tantangan, terutama terkait dengan masalah lingkungan. Salah satu masalah utama adalah kesulitan dalam proses daur ulang plastik multi-layer. Karena terdiri dari berbagai jenis plastik, pemisahan dan pengolahan kembali material ini menjadi lebih rumit. Namun, untuk mengatasi masalah ini, banyak produsen dan peneliti yang tengah mengembangkan solusi baru, seperti penggunaan bahan-bahan plastik yang lebih mudah didaur ulang atau mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi daur ulang plastik multi-layer. Selain itu, ada juga penelitian mengenai pengembangan plastik berbahan dasar alami atau bioplastik untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kesimpulan Plastik multi-layer adalah bahan plastik yang terdiri dari beberapa lapisan dengan fungsi yang berbeda, yang memberikan perlindungan lebih baik terhadap produk yang dikemas. Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan ketahanan, kekuatan, dan kualitas produk, serta memberikan perlindungan ekstra terhadap faktor-faktor eksternal yang dapat merusak produk. Meskipun demikian, masalah lingkungan terkait dengan daur ulang plastik multi-layer tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi. Seiring dengan perkembangan teknologi, plastik multi-layer yang ramah lingkungan dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Â
Pelatihan Digital Marketing oleh PT AMS: “Dari Sampah Menjadi Peluang: Menyongsong Masa Depan Bersih dengan Digital Marketing”
Depok (1 Februari 2025 ) – PT Azzahra Multi Solusindo (AMS) terus berkomitmen menghadirkan inovasi dalam menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Digital Marketing dan Waste Management dengan tema:“Dari Sampah Menjadi Peluang: Menyongsong Masa Depan Bersih dengan Digital Marketing dan Waste Management.” Acara ini dilaksanakan di Bank Sampah Srigading, Depok dan dihadiri oleh perwakilan dari 25 Bank Sampah, di mana masing-masing bank sampah mengirimkan 2 orang perwakilan, sehingga total peserta yang hadir mencapai 50 orang. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Bapak Rizal Firdaus, seorang Digital Marketing Profesional, serta Ibu Tri, praktisi Waste Management yang telah berpengalaman dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat. Digital Marketing: Menembus Batas Peluang Baru Dalam sesi pertama, Bapak Rizal Firdaus menjelaskan bagaimana strategi digital marketing dapat menjadi kunci untuk mengembangkan usaha berbasis lingkungan.Materi yang dibawakan meliputi: Pemahaman dasar digital marketing untuk pemula Pentingnya membangun branding produk ramah lingkungan Pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan kampanye hijau Cara mengemas konten kreatif agar menarik bagi generasi muda Menurut beliau, pemasaran digital bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga tentang menyampaikan pesan keberlanjutan yang dapat menginspirasi perubahan di masyarakat. Waste Management: Dari Kebersihan ke Ekonomi Sirkular Sesi kedua dibawakan oleh Ibu Tri, yang membahas urgensi pengelolaan sampah secara bijak. Beliau menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).Pokok bahasan yang disampaikan antara lain: Dampak buruk sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan Pentingnya memilah sampah dari rumah Peran bank sampah sebagai solusi nyata mengurangi timbulan sampah Peluang ekonomi dari daur ulang dan pemanfaatan kembali sampah Ibu Tri menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang tepat bukan hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan dan membuka lapangan kerja baru. Sinergi untuk Masa Depan Bersih Pelatihan yang diikuti oleh 50 peserta perwakilan bank sampah ini berjalan dengan antusiasme tinggi. Para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan ide kreatif untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Integrasi antara digital marketing dan waste management diharapkan mampu menciptakan ekosistem baru, di mana teknologi membantu mempercepat penyebaran kampanye lingkungan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga bumi. Harapan PT AMS PT AMS berharap kegiatan ini mampu: Menginspirasi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah. Memberikan pemahaman bahwa sampah bisa menjadi peluang usaha yang berkelanjutan. Mengajak generasi muda untuk aktif memanfaatkan teknologi digital demi masa depan bersih dan sehat. Dengan semangat kolaborasi, PT AMS percaya bahwa dari sampah, kita bisa menciptakan peluang. Bersama, mari menyongsong masa depan bersih, hijau, dan penuh inovasi.
Seminar Lingkungan dan Sosialisasi Bank Sampah: Meningkatkan Kepedulian Terhadap Lingkungan di SMK Tirtajaya Cilodong
Lingkungan yang bersih dan sehat adalah aset berharga bagi kita semua, terutama di lingkungan sekolah. SMK Tirtajaya Cilodong, sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap keberlanjutan, menggelar seminar lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan bijak. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sosialisasi tentang Bank Sampah, yang menjadi solusi cerdas dalam menangani masalah sampah di lingkungan sekolah. Menjaga Kebersihan Sekolah: Tanggung Jawab Bersama Sekolah merupakan tempat belajar dan berkembangnya para generasi muda, sehingga sudah seharusnya menjadi contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dalam seminar ini, para peserta diajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan sekitar, khususnya di area sekolah. Dengan menjaga kebersihan, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang nyaman, tetapi juga mencegah dampak buruk dari sampah yang menumpuk, seperti polusi dan penyebaran penyakit. Mengenal Bank Sampah: Mengelola Sampah Menjadi Berkah Salah satu topik utama dalam seminar ini adalah tentang pentingnya mengelola sampah secara bijak dengan konsep Bank Sampah. Bank Sampah adalah sistem pengelolaan sampah yang memungkinkan masyarakat untuk menabung sampah yang dapat didaur ulang dan menukarkannya dengan uang atau barang lain yang bermanfaat. Di SMK Tirtajaya Cilodong, program Bank Sampah diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi sampah yang dihasilkan oleh siswa dan staf sekolah. Dengan sosialisasi Bank Sampah, para siswa diajak untuk memilah sampah dengan baik antara sampah organik dan anorganik, serta mendaur ulang barang-barang yang masih bisa digunakan. Program ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi sekolah dan masyarakat sekitar. Sampah yang dikelola dengan baik bisa diubah menjadi bahan baku yang bernilai, bahkan bisa memberikan sumber pendapatan tambahan. Meningkatkan Kepedulian dan Aksi Nyata Melalui seminar ini, diharapkan para siswa dan seluruh civitas akademika SMK Tirtajaya Cilodong dapat terinspirasi untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kepedulian terhadap kebersihan sekolah dan pengelolaan sampah dengan bijak tidak hanya menjadi tugas petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan mengubah pola pikir dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, kita dapat menciptakan sekolah yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. Ayo, bersama-sama kita jaga kebersihan sekolah, kelola sampah dengan bijak, dan ubah sampah menjadi berkah untuk lingkungan yang lebih baik. SMK Tirtajaya Cilodong siap menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata yang dimulai dari diri kita sendiri. Mari kita wujudkan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan!
Menemukan Nilai dalam Sampah: Perjalanan Inspiratif Mengubah Pandangan tentang Lingkungan
Di sebuah lingkungan yang asri, di tengah rutinitas yang padat, ada seorang wanita yang mengubah cara pandang orang-orang di sekitarnya tentang sampah. Kisah ini bermula dari kebiasaan sederhana, namun penuh makna, yang akhirnya menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Suatu hari, salah seorang pengurus bank sampah di lingkungannya menceritakan kisah menarik. Dulu, beliau merasa heran dan bahkan mengejek kebiasaan si Ibu ini. Setiap kali mereka bertemu, beliau selalu melihat si Ibu mengumpulkan sampah-sampah plastik seperti botol, gelas, kardus, dan lain-lain di acara-acara RW dan resepsi pernikahan. Meski sering melihatnya, beliau merasa bahwa pekerjaan tersebut tidak pantas dan tidak “terhormat”. Di dalam hati, beliau sering berpikir, “Kenapa sih, Bu, harus melakukan pekerjaan seperti itu? Tidak ada pekerjaan lain yang lebih baik?” Namun, seiring waktu, pandangannya mulai berubah. Ternyata, kebiasaan mengumpulkan sampah yang dianggapnya sepele ini, menyimpan manfaat yang sangat besar, baik untuk lingkungan maupun diri pribadi. Beliau bahkan mengatakan, “Dulu saya selalu mengejek ibu, tapi sekarang malah saya yang mengikuti jejak ibu.” Sekarang, beliau pun tak hanya mengumpulkan sampah-sampah anorganik ketika keliling sebagai kader Jumantik, tetapi juga mengajak anak-anak di pengajian untuk membawa sampah sebagai “bayaran” mereka. Pengumpulan sampah pun menjadi kegiatan yang dilakukan dengan penuh semangat, dan hasilnya? Tabungan beliau di bank sampah pun menjadi salah satu yang terbanyak. Lebih dari itu, beliau juga berhasil memanfaatkan hasil jerih payahnya dalam mengumpulkan sampah. Setiap kali ada keperluan mendesak, tabungan tersebut menjadi penyelamat. Ini adalah bukti nyata bahwa setiap usaha, sekecil apapun itu, akan memberikan hasil yang luar biasa jika dikelola dengan baik. Pengalaman ini mengubah pandangan beliau, dan membuka mata akan potensi yang ada dalam mengelola sampah dengan cara yang lebih positif. Selain mengumpulkan sampah anorganik, Ibu ini juga menciptakan produk-produk unik dari bungkus kopi saset yang sering ia temui. Dengan kreativitas tinggi, ia mengubahnya menjadi berbagai macam produk yang bernilai jual, seperti tatakan gelas, gantungan kunci, tempat tisu, tas, sajadah, taplak meja, dan bahkan tikar. Saking sibuknya dengan aktivitas tersebut, ia tidak sempat meluangkan waktu khusus untuk membuat produk. Namun, ia menemukan cara jitu untuk mensiasati waktu: ia selalu membawa bungkus kopi dalam tasnya, melipatnya di sela-sela kegiatan sehari-hari, bahkan saat di perjalanan. Ketika sedang boncengan dengan suami, dalam kereta, atau di tempat-tempat umum, ia tetap melipat bungkus kopi. Suatu kali, di kereta, ada mahasiswa dari Universitas Sahid yang meminta nomor WhatsApp-nya. Begitu juga di TJ, ada ibu-ibu yang tertarik untuk membeli tikar buatan tangan Ibu ini. Keahlian dan kreativitasnya tak hanya menginspirasi, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang bermanfaat. Kini, tidak hanya sampah yang diubah menjadi barang berguna, tetapi kebiasaan mengumpulkan sampah pun telah menumbuhkan kesadaran lingkungan yang lebih luas di kalangan masyarakat sekitar.
Perjalanan Bank Sampah Komplek RW.02 Harapan Mulia: Dari Tantangan hingga Keberhasilan
Perjalanan terbentuknya Bank Sampah Komplek RW.02 Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat. Nama saya Herlina Kodaratun, Ketua RW.02 sekaligus Pembina Bank Sampah Komplek Logam. Pada tanggal 23 Oktober 2018, Bank Sampah Komplek Logam (BS K.L) resmi terbentuk. Semuanya berawal dari ajakan Pak Arbi Novianto, Lurah Harapan Mulia, yang mengundang kami, anak-anak Katar wilayah kami, untuk berkunjung ke sebuah bank sampah yang ada di Cempaka Putih. Namun sayangnya, bank sampah tersebut sudah tidak aktif lagi. Pulang dari kunjungan tersebut, kami terus berdiskusi, dan Pak Lurah mendorong kami untuk mendirikan bank sampah di RW.02. Awalnya, kami merasa pesimis karena tidak memiliki lahan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah. Saya sendiri, sebagai ketua RW, merasa pusing memikirkan masalah pemindahan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Akhir di wilayah kami. Pemindahan TPS tersebut sempat menimbulkan antrean panjang gerobak sampah yang menghalangi jalan. Akhirnya, saya mengambil keputusan yang cukup berat: mengalihkan jalur truk sampah ke Jalan Perunggu RT.004 RW.02, tepatnya di dekat sekretariat RW. Kami ingin menghindari kemungkinan pemindahan petugas sampah ke wilayah Serdang yang jauh dan sulit dijangkau.Keputusan ini menimbulkan banyak keluhan dari warga, saya terus berfokus pada kemanusiaan, memperhatikan perjuangan petugas sampah yang harus menempuh jarak jauh setiap hari. Alhamdulillah, situasi pun menjadi kondusif, dan kami mulai melangkah lebih jauh dengan mendirikan bank sampah. Awalnya, pengelolaannya dilakukan oleh kader PKK yang saya anggap sangat tulus dan ikhlas. Kami memulai dengan visi misi “Dengan Sampah Meraih Keberkahan.” Untuk itu, kami harus rela mengubah fungsi sekretariat RW menjadi tempat operasional bank sampah. Kegiatan pelayanan warga yang biasa dilakukan di sekretariat, kini dilakukan langsung di rumah-rumah dengan pelayanan 24 jam tanpa jadwal tetap. Saya hanya memantau pengurus bank sampah yang terus berjuang dengan penuh semangat. Pada tahun pertama, jumlah nasabah kami hanya sekitar 20 orang dan terus meningkat menajdi 80 orang. Bank Sampah Komplek Logam terus eksis, bahkan mendapatkan kepercayaan untuk ikut dalam lomba Bank Sampah se-Jakarta Pusat dan masuk dalam wilayah Proklim. Kami meraih nilai tertinggi dalam penilaian tersebut, yang kemudian membawa kami ikut dalam penilaian Adipura Jakarta Pusat. Kami mendapatkan dukungan pertama dari perusahaan Unilever, yang memberikan pelatihan tentang cara mengolah barang daur ulang dari sampah non-organik. Dengan bantuan modal dari Unilever, kami bisa menyediakan produk kebutuhan rumah tangga. Pada 2023, RW.02 meraih juara PROKLIM Terbaik 1 dan Bank Sampah Terbaik 1, bersama piagam penghargaan dan hadiah uang pembinaan yang sangat membantu operasional kami. Alhamdulillah, jumlah nasabah kami kini mencapai 127 orang. Saya kini dipercaya menjadi ketua bank sampah, menggantikan ketua sebelumnya yang lebih fokus pada pencitraan daripada pelayanan. Kami terus berjuang mendukung Pemprov Jakarta dalam pengurangan sampah dan berharap upaya ini bisa merata di wilayah lain. Namun, masih ada kekurangan dukungan pemerintah terhadap RW-RW yang aktif dalam pengelolaan sampah. Dengan ketegasan dari Pemprov, kami berharap bank sampah bisa semakin berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam pengurangan sampah di Jakarta. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung kami, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan. Salam pejuang sampah, tetap semangat!
Semangat Perubahan: Kisah Inspiratif Pendiri Bank Sampah Tri Alam Lestari dalam Membangun Kesadaran Lingkungan
Perjalanan Menemukan Jati Diri: Dari Seorang Ibu Rumah Tangga Hingga Mendirikan Bank Sampah Setiap perjalanan hidup memiliki cerita yang unik, penuh tantangan dan pelajaran berharga. Bagi saya, perjalanan ini dimulai dengan rasa kurang percaya diri, merasa terisolasi, dan merasa hidup saya terbatas pada peran sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak. Saya sering merasa kurang pergaulan, tidak memiliki banyak teman, dan tidak punya waktu untuk berinteraksi dengan banyak orang. Seperti banyak ibu rumah tangga lainnya, saya juga sempat merasa bahwa dunia saya begitu sempit dan hanya berputar di sekitar keluarga. Namun, Alhamdulillah, berkat perjalanan panjang yang penuh perjuangan, saya kini berada pada titik yang jauh berbeda. Saya tidak hanya mendirikan Bank Sampah Tri Alam Lestari, tetapi juga memiliki produk unggulan yang kini sudah masuk pasar mall dan internasional. Saya memiliki kelompok tani, Taman Baca Masyarakat (TBM), dan dapat mendampingi masyarakat lain untuk menciptakan kegiatan positif yang juga membantu meningkatkan penghasilan mereka. Menemukan Semangat Baru dari Pelatihan Daur Ulang Kertas Semua ini berawal pada tahun 2013, ketika saya mengikuti pelatihan daur ulang kertas yang diselenggarakan oleh Walikota Jakarta Selatan selama dua hari. Pelatihan tersebut membuka mata saya terhadap banyak hal. Selain belajar tentang proses daur ulang, saya juga mendapat janji bantuan untuk pemasaran produk. Hal inilah yang menjadi pemicu semangat saya. Saya merasa terinspirasi dan termotivasi untuk bisa menciptakan produk daur ulang kertas yang bernilai jual. Setelah pelatihan, saya mulai menceritakan ide saya kepada beberapa warga di sekitar tempat tinggal. Saya memberanikan diri untuk meminjam uang kas RT sebesar 300.000 rupiah sebagai modal awal untuk memulai usaha. Namun, perjalanan ini tidak semudah yang saya bayangkan. Mengajak orang lain untuk berjalan bersama dalam satu visi ternyata sangat sulit. Setelah 2-3 bulan, teman-teman yang saya ajak bekerja sama satu per satu mulai meninggalkan saya dengan berbagai alasan. Meski kecewa, saya tidak menyerah. Menemukan Jalan Baru: Belajar Mandiri dan Berinovasi Tidak ada yang lebih baik daripada belajar langsung dari pengalaman. Saya mulai mencari tahu lebih banyak tentang daur ulang kertas melalui YouTube dan internet. Saya mencoba membuat produk-produk daur ulang kertas sendiri. Selama sekitar enam bulan, saya terus berlatih dan berinovasi, meski dengan keterbatasan yang ada. Berkat kerja keras dan ketekunan, produk-produk yang saya buat mulai mendapatkan perhatian positif dari teman dan rekan. Saya pun mulai menjual produk saya, dan Alhamdulillah, responsnya sangat menggembirakan. Pada tahun 2014, saya ikut serta dalam lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan berhasil meraih juara kedua di tingkat provinsi DKI Jakarta. Saya semakin yakin bahwa usaha ini memiliki potensi yang besar. Dengan semakin banyaknya pesanan produk, saya menyadari bahwa bahan baku kertas bekas sangat penting. Karena itu, saya terpikir untuk membangun Bank Sampah sebagai sarana untuk mengumpulkan kertas bekas. Pada tahun 2015, saya mendirikan Bank Sampah Tri Alam Lestari. Tujuan utamanya adalah mempermudah pengumpulan sampah kertas untuk daur ulang, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Namun, seperti halnya dengan setiap langkah besar, perjalanan ini tidaklah mudah. Bank sampah yang saya dirikan sempat mendapat banyak penolakan dari masyarakat sekitar. Kami bahkan sempat dihadapkan pada penggusuran secara sepihak, di mana bangunan yang saya buat dengan uang pribadi dan menggunakan bahan bekas seperti kayu, papan, dan genteng dihancurkan begitu saja. Tidak hanya bangunannya yang hilang, tetapi semangat saya juga sempat terpuruk. Meski kecewa dan merasa sangat sedih, saya tidak menyerah. Dengan semangat yang tersisa, saya mulai membangun kembali Bank Sampah Tri Alam Lestari. Kali ini, saya mengajak lebih banyak warga untuk terlibat, menjadi nasabah, dan bersama-sama menjalankan kegiatan positif ini. Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun berjuang, kami mulai mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Bank Sampah Tri Alam Lestari menerima berbagai penghargaan, termasuk Kalpataru, penghargaan sebagai Industri Kecil Mikro (IKM) Terbaik, serta menjadi Tokoh Inspiratif dan Juara Nasional di berbagai ajang. Kami juga mendapatkan bantuan hibah untuk taman bacaan dan modal usaha, serta hibah gerobak motor dari salah satu perusahaan retail terbesar di Indonesia. Tahun 2025 menandai 1 Dasawarsa Bank Sampah Tri Alam Lestari. Sepuluh tahun perjalanan ini penuh dengan suka duka, air mata, dan kerja keras. Di usia 10 tahun ini, saya tidak hanya melihat apa yang telah kami capai, tetapi juga apa yang bisa kami wariskan. Kami ingin mewariskan semangat untuk mencintai dan menjaga lingkungan, serta pentingnya berperan aktif dalam keberlanjutan bumi. Semoga perjalanan kami dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang, dan kami terus didorong untuk melakukan kebaikan untuk bumi yang kita cintai. Semua Bisa Dimulai dari Satu Langkah Kecil Dari seorang ibu rumah tangga yang merasa kurang percaya diri hingga mendirikan Bank Sampah Tri Alam Lestari yang kini telah memberi dampak positif kepada banyak orang, saya percaya bahwa setiap langkah kecil bisa membawa perubahan besar. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita memiliki niat yang tulus, semangat yang tak pernah padam, dan keberanian untuk menghadapi kegagalan. Semoga perjalanan kami bisa menginspirasi banyak orang untuk terus berbuat baik, menjaga bumi, dan mewariskan semangat keberlanjutan kepada generasi mendatang.
Refill Sebagai Solusi untuk Mendorong Usaha Komunitas dan Praktik Hijau yang Berkelanjutan
Refill Sebagai Solusi untuk Mendorong Usaha Komunitas dan Praktik Hijau yang Berkelanjutan PT AMS – Di tengah tantangan lingkungan yang semakin mendesak, banyak usaha komunitas yang mulai mencari cara untuk mengurangi dampak negatif terhadap planet ini. Salah satu solusi yang semakin populer adalah penggunaan refill atau pengisian ulang produk. Selain memberikan manfaat langsung bagi lingkungan, konsep refill juga dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung usaha komunitas dalam mengembangkan kapasitasnya dan menerapkan praktik hijau yang berkelanjutan. Artikel ini akan membahas bagaimana refill dapat menjadi solusi yang mendukung pertumbuhan usaha komunitas, sekaligus memajukan keberlanjutan 1. Refill: Konsep yang Ramah Lingkungan Refill adalah proses pengisian ulang produk yang telah digunakan, seperti sabun, deterjen atau produk pembersih lainnya, ke dalam kemasan yang dapat digunakan berulang kali. Konsep ini mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai, yang menjadi salah satu penyumbang utama sampah plastik global. Dengan menggunakan sistem refill, produk tidak hanya lebih efisien dalam penggunaan, tetapi juga membantu mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari produksi dan pembuangan kemasan plastik. 2. Manfaat Refill untuk Usaha Komunitas Bagi usaha komunitas, adopsi sistem refill membawa berbagai manfaat yang dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka di pasar yang semakin peduli terhadap keberlanjutan: Mengurangi Biaya Operasional Usaha yang menerapkan sistem refill dapat menghemat biaya produksi, terutama dalam hal pengemasan. Dengan mengurangi kebutuhan akan kemasan baru, usaha komunitas dapat mengalihkan sumber daya mereka ke aspek lain yang lebih produktif, seperti pengembangan produk atau pemasaran. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Pelanggan semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan. Dengan menawarkan pilihan refill, usaha komunitas dapat menarik pelanggan yang peduli terhadap masalah lingkungan. Sistem refill juga menciptakan peluang untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, yang kembali untuk mengisi ulang produk mereka. Mendorong Inovasi dan Keberagaman Produk Usaha komunitas dapat mengembangkan berbagai varian produk dengan sistem refill. Ini memberi mereka fleksibilitas untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan preferensi pasar lokal. Selain itu, komunitas dapat mengeksplorasi bahan-bahan alami atau ramah lingkungan yang lebih sesuai dengan prinsip keberlanjutan. 3. Refill sebagai Pilar Praktik Hijau yang Berkelanjutan Praktik hijau yang berkelanjutan tidak hanya sebatas pada pengurangan limbah plastik, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya yang efisien dan ramah lingkungan. Refill merupakan bagian dari pendekatan yang lebih luas untuk mengurangi dampak negatif terhadap alam. Beberapa manfaat refill dalam konteks praktik hijau yang berkelanjutan meliputi: Pengurangan Limbah Plastik Setiap kali konsumen mengisi ulang produk, jumlah kemasan sekali pakai yang dibuang berkurang. Hal ini tidak hanya mengurangi polusi plastik, tetapi juga mengurangi penggunaan sumber daya alam yang diperlukan untuk memproduksi kemasan baru. Pengurangan plastik sekali pakai menjadi kunci dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi ekosistem. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Alam Produksi dan distribusi produk dengan kemasan baru memerlukan energi dan bahan baku yang besar. Dengan menggunakan sistem refill, sumber daya yang digunakan untuk produksi dapat diminimalkan. Ini berdampak positif pada pengurangan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh industri pengemasan. Mendorong Penggunaan Bahan-bahan Ramah Lingkungan Banyak usaha komunitas yang menggunakan bahan-bahan alami atau organik dalam produk refill mereka, seperti sabun dan pembersih rumah tangga. Ini membantu mendorong tren konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan, yang juga mendukung industri pertanian lokal dan ramah lingkungan. 4. Meningkatkan Kolaborasi dan Keterlibatan Komunitas Penggunaan refill tidak hanya menguntungkan bagi pengusaha, tetapi juga dapat meningkatkan rasa kebersamaan dalam komunitas. Usaha komunitas yang menerapkan sistem refill sering kali berfokus pada keterlibatan lokal, dengan memberikan informasi dan edukasi kepada pelanggan tentang pentingnya mengurangi sampah plastik dan memilih produk yang berkelanjutan. Dengan membangun jaringan lokal, usaha komunitas dapat bekerja sama dengan organisasi atau inisiatif hijau lainnya, menciptakan dampak yang lebih besar dan menyebarluaskan praktik berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak dapat membuka peluang bisnis baru, seperti kemitraan dengan petani organik untuk pasokan bahan baku atau dengan lembaga yang mendukung keberlanjutan. 5. Tantangan dan Peluang untuk Usaha Komunitas Meskipun refill menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh usaha komunitas. Salah satu tantangan utama adalah membangun kesadaran di kalangan pelanggan tentang pentingnya refill dan keberlanjutan. Diperlukan upaya pendidikan dan pemasaran yang efektif untuk mengubah kebiasaan konsumen yang telah lama terbiasa dengan kemasan sekali pakai. Namun, tantangan ini juga membawa peluang. Usaha komunitas dapat menjadi pelopor dalam mendorong kebiasaan berkelanjutan di kalangan konsumen, yang dapat menciptakan pasar yang lebih besar untuk produk refill. Selain itu, dengan semakin banyaknya konsumen yang mencari alternatif yang ramah lingkungan, usaha komunitas yang mengadopsi sistem refill dapat memperoleh keuntungan jangka panjang.  Refill adalah solusi yang tepat untuk mendukung usaha komunitas dalam meningkatkan kapasitasnya dan memajukan keberlanjutan. Dengan mengurangi ketergantungan pada kemasan plastik sekali pakai, usaha komunitas tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga memperkenalkan model bisnis yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui adopsi refill, usaha komunitas dapat berkontribusi pada perubahan sosial dan lingkungan yang lebih besar, sambil membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.